RIBA
Pengertian secara bahasa berarti "Bertambah"
maksudnya bertambah melebihi pokok/ modal, sedikit/ banyak dari perjanjian yang di buat (aqad).
dalil larangan Riba:
wa akhalaAllahul baia wa kharomariba
artinya: "Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan Riba"
sanksi bagi pemakan riba
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
macam-macam riba
1. Riba Fadhi
2. Riba Qardhi
3. Riba Nasi'ah
4. Riba Yad
1. Riba Fadhi
sebab tukar-menukar benda, barang sejenis (sama) dengan tidak sama ukuran jumlahnya.
contoh:
satu ekor kambing di tukar dengan satu ekor kambing yang berbeda besarnya.
2. Riba Qardhi
sebab utang-piutang dengan syarat menarik keuntungan (Bunga) dari orang yang berhutang.
contoh:
pinjam uang Rp 100.000 harus dikembalikan sebesar Rp 130.000/ meminjam dengan dikenakan bunga yang memberatkan
3. Riba Nasi'ah
sebab penambahan dari penangguhan (penundaan) pembayaran hutangnya.
contoh:
pinjam uang 100.000 dengan kesepakatan 1 minggu lagi di kembalikan, ternyata setelah 1 minggu yang bersangkutan tiadk dapat mengembalikan dan akhirnya di tuna akan tetapi dengan syarat terjadi penambahan dari jumlah pokok
4. Riba Yad
sebab berpisah dari tempat akad jual beli sebelum serah terima antara penjual dengan pembeli.
contoh:
seseorang membeli 1 kwintal beras setelah dibayar penjual langsung pergi, sedangkan berasnya dalam karung belum tentu ditimbang apakah cukup atau tidak.
sebab-sebab di haramkan riba
1. merusak dan membahayakan diri sendiri.
2. terjadi tindak pemanfaatan kesusahan orang-orang miskin
3.
Senin, 23 Agustus 2010
Kamis, 19 Agustus 2010
TUMBANGNYA TEORI DARWIN
KEPALSUAN TEORI EVOLUSI
Setiap bagian di alam semesta ini menunjukkan adanya penciptaan yang luar biasa.
Sebaliknya, faham materialisme, yang berusaha menolak fakta tentang penciptaan alam semesta,
tidak lain hanyalah merupakan faham palsu yang tidak ilmiah.
Jika faham materialisme telah tumbang, maka semua faham lainnya yang berdasarkan pada
filsafat ini juga tidak memiliki landasan. Hampir semua penganut faham ini adalah penganut
Darwinisme, yakni teori evolusi. Teori ini, yang berpendirian bahwa kehidupan berasal dari benda
mati, yang terjadi secara kebetulan, telah ditumbangkan oleh kenyataan bahwa alam semesta ini
diciptakan oleh Allah. Ahli astrofisika Amerika, Hugh Ross, menyatakan sebagai berikut:
Atheisme, Darwinisme, dan pada dasarnya semua “isme” yang muncul dari filsafat abad
kedelapan belas hingga abad kedua puluh, yang dibangun berdasarkan asumsi, yakni asumsi yang
tidak benar, bahwa alam semesta ini tak terbatas. Keajaiban alam semesta telah membawa kita
berhadapan dengan sebab atau penyebab utama di balik/ di belakang/ di hadapan alam semesta dan
semua isinya, termasuk kehidupan itu sendiri.1
Allah-lah yang menciptakan alam semesta dan Yang merancangnya hingga ke bagianbagiannya
yang terkecil. Dengan demikian teori evolusi yang menyatakan bahwa makhluk hidup itu
tidak diciptakan oleh Allah, tetapi terjadi secara kebetulan, adalah teori yang sama sekali tidak
benar.
Tidak heran jika kita memperhatikan teori evolusi, maka kita akan melihat bahwa teori ini
dikecam oleh penemuan ilmiah. Rancangan kehidupan ini sangatlah kompleks dan menakjubkan. Di
dunia makhluk tak bernyawa misalnya, kita dapat melihat betapa luar biasanya keseimbangan pada
atom-atom. Belum lagi pada dunia makhluk bernyawa, kita dapat melihat betapa kompleksnya rancangan
dari kumpulan atom, dan betapa luar biasanya cara kerja dan struktur seperti protein, enzim,
dan sel, yang diciptakan di dalamnya.
Rancangan yang luar biasa dalam kehidupan ini menumbangkan Darwinisme pada akhir abad
kedua puluh.
Kita telah membicarakan dengan sangat detail masalah ini dalam beberapa kajian kami
lainnya, dan kami akan terus melakukannya. Namun mengingat pentingnya persoalan ini, tentunya
akan bermanfaat jika pada kesempatan ini diketengahkan ringkasannya.
Ilmu Pengetahuan Menumbangkan Darwinisme
Meskipun doktrin ini berasal dari zaman Yunani kuno, teori evolusi dikembangkan secara luas
pada abad ke-19. Perkembangan terpenting yang menjadikan teori ini menjadi topik terbesar dalam
dunia sains adalah buku karya Charles Darwin yang berjudul The Origin of Species, yang diterbitkan
pada tahun 1859. Dalam buku ini, Darwin menolak bahwa berbagai spesies yang hidup di bumi,
masing-masing diciptakan oleh Tuhan. Menurut Darwin, semua makhluk hidup memiliki nenek
moyang yang sama dan makhluk-makhluk tersebut kemudian menjadi beraneka ragam dengan
berjalannya waktu melalui perubahan-perubahan kecil.
Teori Darwin tidak berdasarkan pada pembuktian ilmiah yang kongkret; sebagaimana yang
diakuinya sendiri, tetapi hanya berupa “asumsi”. Tambahan pula, sebagaimana pengakuan Darwin
dalam bab panjang dari bukunya yang berudul Difficulties of the Theory, teori tersebut tidak mampu
menghadapi berbagai pertanyaan penting.
Darwin menumpukan semua harapannya pada penemuan-penemuan ilmiah baru, yang ia
harapkan dapat memberikan pemecahan atas Difficulties of the Theory. Namun, berlawanan dengan
harapannya, pembuktian ilmiah justru semakin memperluas dimensi dari kesulitan-kesulitan ini.
Kekalahan Darwinisme atas ilmu pengetahuan dapat disimpulkan menjadi tiga topik dasar:
1) Teori tersebut sama sekali tidak menjelaskan tentang bagaimana asal mula kehidupan di
bumi.
2) Tidak ada pembuktian ilmiah yang menunjukkan bahwa “mekanisme evolusioner” yang
diajukan dalam teori tersebut memiliki kekuatan untuk berkembang.
3) Apa yang dikemukakan dalam teori evolusi tersebut sama sekali bertolak belakang dengan
Catatan fosil.
Dalam bagian ini, kita akan mengkaji tiga poin dasar tersebut secara garis besar:
Langkah Pertama yang Tidak Dapat Diatasi:
Asal-usul Kehidupan
Teori evolusi berpendirian bahwa semua spesies hidup berasal dari satu sel hidup tunggal
yang muncul di bumi 3.8 milyar tahun yang lalu. Bagaimanakah sebuah sel tunggal dapat
menghasilkan jutaan spesies hidup yang kompleks, dan jika evolusi semacam itu benar-benar terjadi,
mengapa jejak-jejaknya tidak dapat dilihat pada catatan fosil, itu merupakan pertanyaan-pertanyaan
yang tidak dapat dijawab oleh teori evolusi. Namun, yang pertama dan utama, dari langkah pertama
yang dinyatakan oleh proses evolusioner tersebut muncul pertanyaan: Bagaimanakah asal mula
terjadinya “sel pertama” tersebut?
Karena teori evolusi menolak penciptaan dan tidak menerima campur tangan supernatural
dalam bentuk apa pun, maka ia berpendirian bahwa “sel pertama”muncul secara kebetulan
berdasarkan hukum alam, tanpa ada rancangan atau perencanaan. Menurut teori ini, materi tak
bernyawa menghasilkan sel bernyawa sebagai akibat dari munculnya sel pertama secara kebetulan
tersebut. Namun, pernyataan ini bahkan tidak sesuai dengan hukum biologi yang paling tidak terbantahkan.
Kehidupan Berasal dari Kehidupan
Dalam bukunya, Darwin tidak pernah menyebut asal-usul kehidupan. Pemahaman kuno
tentang ilmu pengetahuan pada zamannya berangkat dari asumsi bahwa makhluk hidup memiliki
struktur yang sangat sederhana. Semenjak zaman pertengahan, generasi spontan, yakni teori yang
menyatakan bahwa materi tak bernyawa muncul untuk membentuk organisme hidup diterima secara
luas. Pada umumnya diyakini bahwa serangga terjadi dari sisa-sisa makanan, dan tikus berasal dari
gandum. Berbagai eksperimen yang menarik dilakukan untuk membuktikan teori ini. Beberapa
gandum diletakkan pada sebidang kain kotor, kemudian diyakini bahwa setelah beberapa saat tikus
akan muncul darinya.
Demikian pula, ulat yang muncul dalam daging dianggap sebagai bukti dari teori tentang
generasi spontan. Namun, tidak lama kemudian diketahuilah bahwa ulat tidak muncul dari daging
secara spontan, tetapi dibawa oleh lalat dalam bentuk larva, yang tidak dapat dilihat dengan mata
telanjang.
Bahkan pada periode ketika Darwin menulis The Origin of Species, keyakinan bahwa bakteri
dapat terwujud dari materi tak bernyawa diterima secara luas dalam dunia ilmu pengetahuan.
Namun, lima tahun setelah buku Darwin diterbitkan, penemuan Louis Pasteur mematahkan
keyakinan ini, yang merupakan landasan evolusi. Setelah melakukan penelitian dan eksperimen yang
melelahkan, Pasteur menyimpulkan secara ringkas, “Pernyataan bahwa materi tak bernyawa dapat
memunculkan kehidupan telah dikubur dalam sejarah untuk selamanya.”2
Para pendukung teori evolusi menolak penemuan Pasteur dalam waktu yang lama. Namun,
ketika perkembangan ilmu pengetahuan berhasil menjelaskan tentang struktur sel dari makhluk
hidup yang kompleks, gagasan bahwa kehidupan dapat muncul secara kebetulan bahkan semakin
menghadapi kebuntuan yang lebih besar.
Usaha-usaha yang Tidak Pernah Menghasilkan
Kesimpulan pada Abad Ke-20
Ahli evolusi pertama yang menggeluti masalah asal-usul kehidupan pada abad ke-20 adalah
ahli biologi Rusia terkenal, Alexander Oparin. Dengan berbagai tesisnya yang ia ajukan pada tahun
1930-an, ia berusaha membuktikan bahwa sel dari sebuah makhluk hidup dapat terjadi secara
kebetulan. Namun, penelitian ini ternyata mengalami kegagalan, dan Oparin harus membuat
pengakuan sebagai berikut:
Sayang, asal-usul sel tetap menjadi tanda tanya, yang sesungguhnya merupakan titik paling
gelap dari seluruh teori evolusi.3
Para penganut teori evolusi Oparin berusaha untuk meneruskan eksperimen untuk memecahkan
masalah asal-usul kehidupan. Yang paling terkenal di antara eksperimen-eksperimen ini
dilakukan oleh ahli kimia Amerika, Stanley Miller pada tahun 1953. Dalam permulaan
eksperimennya, ia menyatakan bahwa gabungan gas telah ada pada atmosfer bumi pada zaman kuno,
dan dengan menambahkan energi pada campurannya, Miller mensitesakan beberapa molekul organik
(asam amino) yang ada dalam struktur protein.
Beberapa tahun berlalu, eksperimen tersebut tidak berhasil mengungkapkan apa pun, yang
pada saat itu dilakukan sebagai langkah penting atas nama evolusi, terbukti tidak valid, sedangkan
atmosfer yang digunakan dalam eksperimen tersebut sangat berbeda dengan kondisi bumi yang
sesungguhnya.4
Setelah diam dalam jangka waktu yang lama, Miller mengakui bahwa medium atmosfer yang
ia gunakan tidaklah realistik.5
Semua usaha ahli evolusi yang dilakukan pada abad ke-20 untuk menjelaskan asal-usul
kehidupan berakhir dengan kegagalan. Ahli geokimia Jeffrey Bada dari San Diego Scripps Institute,
mengakui kenyataan ini dalam sebuah artikel yang dipublikasikan dalam majalah Earth pada tahun
1998:
Dewasa ini, ketika kita meninggalkan abad kedua puluh, kita masih menghadapi persoalan
sangat besar yang belum terpecahkan yang harus kita hadapi ketika kita memasuki abad kedua
puluh: Bagaimanakah asal-usul kehidupan di Bumi ini?6
Struktur Kehidupan yang Kompleks
Alasan utama mengapa teori evolusi berakhir dalam kebuntuan besar tentang asal-usul
kehidupan adalah bahwa organisme hidup yang dianggap sangat sederhana ternyata memiliki
struktur yang sangat kompleks. Sel dari makhluk hidup lebih kompleks dibandingkan dengan semua
produk teknologi yang dihasilkan oleh manusia. Dewasa ini, bahkan dalam laboratorium yang paling
maju di seluruh dunia sekalipun, sebuah sel hidup tidak dapat dihasilkan dari materi inorganik.
Persyaratan yang diperlukan bagi terbentuknya sebuah sel terlalu besar kuantitasnya untuk
diabaikan dengan berpegang pada landasan bahwa terbentuknya sel tersebut terjadi secara kebetulan.
Probabilitas tentang protein, perkembangan blok dalam sel, disentesakan secara kebetulan adalah 1
dalam 10950 untuk rata-rata protein yang terdiri dari 500 asam amino. Dalam matematika, suatu
probabilitas yang lebih kecil dari 1 dibanding 1050 dengan sendirinya dianggap tidak mungkin.
Molekul DNA yang terletak di inti sel dan yang menyimpan informasi genetik merupakan
bank data yang luar biasa. Jika informasi yang ada dalam DNA ditulis, maka ia akan merupakan
perpustakaan raksasa yang terdiri dari 900 jilid ensiklopedi yang masing-masing terdiri dari 500
halaman.
Dalam masalah ini muncul dilema yang sangat menarik: DNA hanya dapat direplikasi dengan
bantuan protein-protein khusus (enzim). Namun, sintesa dari enzim-enzim ini hanya dapat
diwujudkan melalui informasi yang tercatat dalam DNA. Karena keduanya saling tergantung,
mereka harus ada pada waktu yang bersamaan untuk replikasi. Hal ini menunjukkan bahwa
pernyataan yang menyatakan bahwa kehidupan itu berasal dari dirinya sendiri mengalami
kebuntuan. Prof. Leslie Orgel, seorang ahli evolusi ternama dari Universitas San Diego, Kalifornia,
mengakui fakta ini di majalah Scientific American yang diterbitkan pada September 1994:
Sangat mustahil bahwa protein dan asam, yang keduanya sama-sama memiliki struktur yang
kompleks, muncul dengan sendirinya pada waktu dan tempat yang sama. Namun juga mustahil jika
yang satu ada tanpa adanya yang lain. Demikian pula, secara sekilas orang dapat menyimpulkan
bahwa sesungguhnya kehidupan tidak mungkin berasal dari sarana kimiawi.7
Mekanisme Evolusi Imajiner
Persoalan penting kedua yang menafikan teori Darwin adalah bahwa kedua konsep yang
dikemukakan oleh teori tersebut sebagai “mekanisme evolusioner” pada dasarnya tidak memiliki
kekuatan evolusioner.
Darwin mendasarkan pernyataan evolusinya sepenuhnya pada mekanisme “seleksi alam”.
Pernyataan yang ia tekankan tentang mekanisme ini dapat dilihat dalam bukunya: The Origin of
Species, By Means of Natural Selection…
Seleksi alam berpendirian bahwa makhluk-makhluk hidup yang lebih kuat dan lebih cocok
bagi kondisi alam pada habitat mereka akan dapat bertahan dalam bergulat untuk mempertahankan
kehidupan. Sebagai contoh, pada kawanan rusa yang menghadapi ancaman serangan binatang buas,
maka rusa-rusa yang berlarinya lebih cepat dapat mempertahankan kehidupannya. Dengan demikian,
kawanan rusa itu terdiri dari individu-individu yang lebih cepat dan lebih kuat. Namun tak dapat
disangkal bahwa mekanisme ini tidak menyebabkan rusa tersebut muncul dan berubah menjadi
spesies hidup yang lain, misalnya menjadi kuda.
Dengan demikian, mekanisme seleksi alam tidak memiliki kekuatan evolusioner. Darwin juga
menyadari fakta ini sehingga ia harus menyatakan dalam bukunya The Origin of Species:
Seleksi alam tidak dapat berbuat apa pun hingga terjadi peluang variasi yang sesuai.8
Pengaruh Lamarck
Lalu, bagaimanakah “variasi yang sesuai” ini terjadi? Darwin berusaha untuk menjawab
pertanyaan ini dari sudut pandang pemahaman ilmu pengetahuan kuno pada zamannya. Menurut ahli
biologi Prancis, Lamarck, yang hidup sebelum Darwin, makhluk hidup memiliki karakter yang
dibutuhkan selama jangka hidupnya hingga generasi selanjutnya, dan karakter ini berakumulasi dari
satu generasi ke generasi seterusnya sehingga menyebabkan terbentuknya spesies baru. Misalnya,
menurut Lamarck, jerapah terjadi dari kijang, karena kijang-kijang itu berjuang untuk makan daun
dari pohon yang tinggi, sehingga lehernya memanjang dari generasi ke generasi.
Darwin juga memberikan contoh serupa dalam bukunya, The Origin of Species, misalnya, ia
berkata bahwa sebagian beruang ada yang menyelam ke air untuk mencari makanan sehingga
berubah menjadi ikan paus setelah beberapa lama.9
Namun, hukum genetika yang ditemukan oleh Mendel dan dibuktikan oleh ilmu genetika
yang berkembang pada abad ke-20, menolak mentah-mentah anggapan yang mengatakan bahwa
karakter itu diteruskan kepada generasi selanjutnya. Dengan demikian, seleksi alam bertentangan
dengan kenyataan seperti halnya mekanisme evolusioner.
Neo-Darwinisme dan Mutasi
Agar dapat menemukan pemecahan, para pengikut Darwin mengajukan “Teori Sintesa
Modern” atau lebih dikenal sebagai Neo-Darwinisme, pada akhir tahun 1930an. Neo-Darwinisme
menambahkan mutasi, yakni penyimpangan yang dimunculkan oleh gen-gen makhluk hidup karena
adanya faktor-faktor eksternal seperti radiasi atau kesalahan replikasi, sebagai “penyebab variasi
yang sesuai” di samping mutasi alam.
Dewasa ini, model yang mewakili evolusi di dunia adalah Neo-Darwinisme. Teori tersebut
berpendirian bahwa berjuta-juta makhluk hidup yang ada di bumi ini terjadi sebagai akibat dari suatu
proses di mana berbagai organ-organ kompleks dari beberapa organisme seperti telinga, mata, paruparu,
sayap, mengalami “mutasi”, yakni penyimpangan genetis. Namun terdapat fakta ilmiah yang
sama sekali bertentangan dengan teori ini: Mutasi tidak menyebabkan makhluk hidup berkembang,
sebaliknya mutasi menyebabkan kerusakan.
Adapun alasannya sangat sederhana: DNA memiliki struktur yang sangat kompleks, dan efek
kebetulan hanya dapat menyebabkan kerusakan baginya. Ahli genetika Amerika, B.G. Ranganathan,
menjelaskan hal ini sebagai berikut:
Mutasi itu kemungkinannya sangat kecil, kebetulan, dan merusak. Mutasi hampir-hampir
tidak terjadi dan kemungkinan besar tidak membawa pengaruh. Empat karakteristik mutasi ini
menunjukkan bahwa mutasi tidak menyebabkan terjadinya pekembangan evolusioner. Perubahan
yang terjadi secara kebetulan pada organisme yang sangat khusus tidak ada pengaruhnya dan tidak
merusak. Perubahan yang terjadi secara kebetulan pada sebuah arloji tidak dapat memperbaiki
arloji tersebut. Bahkan dapat merusak atau paling-paling tidak berpengaruh. Sebuah gempa bumi
tidak mungkin memperbaiki kota, tetapi ia menyebabkan kerusakan10
Dengan demikian tidak ada contoh mutasi yang bermanfaat, yakni yang dapat mengembangkan
aturan genetika yang pernah dilihat buktinya hingga saat ini. Semua mutasi terbukti bersifat
merusak. Maka perlu dipahami bahwa mutasi yang dinyatakan sebagai “mekanisme evolusioner”
sesungguhnya merupakan peristiwa genetik yang merusak makhluk hidup dan menimbulkan
gangguan. (Pengaruh mutasi yang sangat umum pada manusia adalah kanker). Tidak diragukan lagi
bahwa suatu mekanisme destruktif tidak dapat menjadi “mekanisme evolusioner”. Dalam pada itu,
seleksi alam “tidak dapat melakukan apa pun bagi dirinya sendiri,” sebagaimana juga diakui oleh
Darwin. Fakta ini menunjukkan pada kita bahwa tidak ada “mekanisme evolusioner” di alam.
Karena mekanisme evolusioner itu tidak ada, maka juga tidak terjadi proses imajiner yang disebut
sebagai evolusi itu.
Catatan Fosil: Tidak Ada Bukti-bukti
tentang Bentuk-bentuk Antara
Bukti yang sangat jelas bahwa pernyataan sebagaimana yang disebutkan dalam teori evolusi
itu tidak pernah terjadi adalah berdasarkan catatan fosil.
Menurut teori evolusi, setiap spesies hidup muncul dari yang mendahuluinya. Suatu spesies
yang dahulu pernah ada, lambat laun berubah kepada bentuk lainnya dan semua spesies muncul
dengan cara seperti ini. Menurut teori ini, transformasi ini berjalan dengan pelan-pelan selama jutaan
tahun.
Seandainya hal ini benar, maka banyak sekali spesies antara yang ada dan hidup dalam
periode transformasi yang panjang.
Misalnya, binatang-binatang yang separuh berbentuk ikan dan separuhnya lagi berbentuk
reptil tentu pernah hidup pada masa lampau sehingga memiliki karakter reptil di samping juga
memiliki karakter ikan. Atau pernah ada burung-reptil, yang memiliki karakter burung di samping
karakter reptil. Karena semua ini berada dalam fase transisi, makhluk-makhluk hidup tersebut tentu
akan lumpuh, cacat, atau pincang. Para ahli evolusi menyebut makhluk-makhluk imajiner ini, yang
mereka yakini pernah hidup pada masa lampau, sebagai “bentuk-bentuk transisi”.
Jika binatang seperti itu benar-benar ada, tentunya terdapat jutaan, bahkan milyaran
jumlahnya dan variasinya. Dan yang lebih penting, sisa-sisa dari makhluk-makhluk aneh seperti itu
tentu ada dalam jejak fosil. Dalam The Origin of Species, Darwin menjelaskan:
Jika teori saya benar, maka tentu terdapat sangat banyak varietas perantara yang saling
menghubungkan antara spesies-spesies dari kelompok yang sama. …Dengan demikian, bukti
tentang keberadaannya pada masa lalu hanya dapat ditemukan di antara peninggalan-peninggalan
fosil.11
Harapan Darwin yang Kandas
Bagaimanapun, sekalipun ahli-ahli evolusi telah bekerja keras untuk menemukan fosil sejak
pertengahan abad ke-19 di seluruh dunia, tidak ada bentuk-bentuk transisi yang mereka temukan.
Semua fosil yang digali menunjukkan, berlawanan dengan harapan ahli-ahli evolusi, kehidupan
muncul di muka bumi secara tiba-tiba dan telah berbentuk sempurna.
Seorang ahli paleontologi ternama dari Inggris, Derek V. Ager, mengakui fakta ini, sekalipun
ia seorang penganut evolusi:
Persoalan pun menjadi jelas ketika saya meneliti bukti-bukti fosil secara detail, entah itu
pada tingkatan ordo atau spesies, berulang kali kami menemukan bahwa bukannya evolusi yang
terjadi secara lambat laun, tetapi yang terjadi adalah satu kelompok muncul secara tiba-tiba,
demikian pula kelompok lainnya.12
Ini artinya bahwa bukti fosil menunjukkan bahwa semua spesies hidup tiba-tiba muncul dalam
bentuk yang telah sempurna, tanpa melalui bentuk perantara. Hal ini berlawanan dengan asumsi
Darwin. Demikian pula, terdapat bukti yang sangat kuat bahwa makhluk hidup itu ada karena
diciptakan. Satu-satunya penjelasan yang dapat diberikan adalah bahwa spesies hidup itu muncul
dengan tiba-tiba dan telah sempurna setiap detail tanpa melalui nenek moyang yang berevolusi,
dengan demikian spesies tersebut adalah diciptakan. Fakta ini juga diakui oleh sebagian besar ahli
biologi evolusi, Douglas Futuyma:
Penciptaan dan evolusi, di antara keduanya memerlukan penjelasan tentang asal-usulnya
dari benda-benda hidup. Organisme muncul di bumi dalam keadaan telah berkembang secara
sempurna atau tidak berkembang. Jika organisme tidak berkembang, organisme itu pasti telah
berkembang dari spesies yang pernah ada melalui proses-proses modifikasi. Jika organisme itu
muncul dalam keadaan yang telah berkembang secara sempurna, organisme tersebut tentu telah
diciptakan oleh sesuatu yang luar biasa cerdasnya.13
Berbagai fosil menunjukkan bahwa makhluk hidup muncul dalam keadaan yang sempurna di
bumi. Ini artinya bahwa “asal-usus spesies”, bertentangan dengan asumsi Darwin, bukan merupakan
evolusi tetapi merupakan penciptaan.
Dongeng tentang Evolusi Manusia
Persoalan yang seringkali dikemukakan oleh para pendukung teori evolusi adalah persoalan
tentang asal-usul manusia. Para pengikut Darwin menyatakan pendiriannya bahwa manusia modern
dewasa ini merupakan hasil evolusi dari makhluk yang menyerupai kera. Menurut mereka, selama
proses evolusi ini, yang diperkirakan telah dimulai 4-5 juta tahun yang lalu, konon terdapat beberapa
“bentuk transisi” antara manusia modern dengan nenekmoyang mereka. Dalam pernyataan yang
sepenuhnya bersifat khayalan ini, disebutkan tentang empat “kategori” dasar:
1. Australopithecus
2. Homo habilis
3. Homo erectus
4. Homo sapiens
Para ahli evolusi menyebut apa yang dinamakan sebagai nenek moyang manusia pertama
yang menyerupai monyet sebagai “Australopithecus” yang artinya “Monyet Afrika Selatan”.
Makhluk hidup ini sesungguhnya tidak lain adalah spesies monyet kuno yang telah punah. Riset
yang mendalam yang dilakukan pada berbagai sampel Australopithecus oleh dua orang ahli anatomi
ternama dunia dari Inggris dan Amerika Serikat, yakni Lord Solly Zuckerman dan Prof. Charles
Oxnard, telah menunjukkan bahwa Australopithecus tersebut merupakan spesies monyet biasa yang
telah punah dan terbukti tidak memiliki kemiripan dengan manusia.14
Para ahli evolusi mengklasifikasikan tahap selanjutnya dari evolusi manusia sebagai “homo”,
yakni “manusia”. Menurut pernyataan ahli evolusi, makhluk hidup pada sejumlah Homo lebih
berkembang dibandingkan Australopithecus. Para ahli evolusi telah mengembangkan skema evolusi
khayalan dengan menyusun berbagai fosil dari makhluk-makhluk ini dalam urutan tertentu. Skema
ini bersifat khayalan karena tidak pernah terbukti bahwa terdapat hubungan evolusioner antara
beberapa kelas ini. Ernst Mayr, salah seorang pembela teori evolusi yang terkemuka pada abad ke-
20 mengakui fakta ini dengan mengatakan bahwa “mata rantai yang sampai kepada Homo sapiens
sesungguhnya terputus”.15
Dengan membuat pembagian mata rantai seperti “Australopithecus — Homo habilis — Homo
erectus — Homo sapiens”, para ahli evolusi memaksudkan bahwa masing-masing spesies ini
merupakan nenek moyang bagi yang lain. Namun, penemuan terkini dari ahli paleoantrhropologi
telah mengungkapkan bahwa Australopithecus, Homo habilis dan Homo erectus hidup di bagian
yang berlainan di dunia pada saat yang sama.16
Di samping itu, segmen manusia tertentu yang diklasifikasikan sebagai Homo erectus telah
hidup hingga zaman modern. Homo sapiens neandarthalensis dan Homo sapiens sapiens (manusia
modern) hidup bersama-sama di kawasan yang sama.17
Situasi ini seolah-olah menunjukkan keabsahan klaim tersebut yang menyatakan bahwa
mereka adalah nenek moyang bagi lainnya. Seorang ahli paleontologi dari Universitas Harvard,
Stephen Jay Gould, menjelaskan kebuntuan teori evolusi meskipun ia sendiri seorang penganut
evolusi:
Apa yang menjadi tangga bagi kita jika ada tiga garis silsilah hominid (A. africanus,
australopithecines yang tegap, dan H. habilis), tak satu pun yang jelas-jelas berasal dari yang lain.
Lagi pula, tak satu pun dari ketiganya yang menunjukkan kecenderungan berevolusi selama mereka
mendiami bumi.18
Pendek kata, pandangan tentang evolusi manusia, yang berusaha mencari dukungan dengan
bantuan berbagai gambaran makhluk “separuh manusia, separuh kera” yang muncul di media dan
buku pelajaran, dan dengan bantuan propaganda, terus terang saja hanyalah dongeng yang tidak
memiliki landasan ilmiah.
Lord Solly Zuckerman, salah seorang ilmuwan yang terkenal dan dihormati di Inggris, yang
melakukan riset tentang persoalan ini selama beberapa tahun, dan secara khusus meneliti fosil-fosil
Australopithecus selama 15 tahun, pada akhirnya berkesimpulan bahwa meskipun ia sendiri seorang
penganut evolusi, namun sesungguhnya tidak ada tiga cabang famili seperti itu antara makhluk yang
menyerupai kera dengan manusia.
Zuckerman juga membuat sebuah “spektrum ilmu pengetahuan” yang menarik. Ia membentuk
sebuah spektrum ilmu pengetahuan dari pernyataan yang dianggap ilmiah hingga pernyataan yang
dianggap tidak ilmiah. Menurut spektrum Zuckerman, yang paling “ilmiah”, yakni yang tergantung
pada medan data kongkret dalam ilmu pengetahuan adalah kimia dan fisika. Setelah keduanya,
muncullah ilmu biologi, kemudian ilmu sosial. Pada akhir dari spektrum tersebut, sebagai bagian
yang dianggap paling “tidak ilmiah” adalah konsep “persepsi di luar panca indera” seperti telepati
dan indera keenam, dan akhirnya “evolusi manusia”. Zuckerman menjelaskan alasannya:
Kemudian kami segera beralih untuk mencatat kebenaran objektif dalam bidang-bidang yang
dianggap sebagai ilmu biologi, seperti persepsi di luar panca indera atau interpretasi tentang
sejarah fosil manusia, di mana bagi orang-orang yang mempercayainya (penganut evolusi) apa saja
mungkin — dan bagi orang yang sangat mempercayainya (dalam evolusi) kadang-kadang dapat
mempercayai beberapa hal yang bertentangan pada waktu yang bersamaan.19
Dongeng tentang evolusi manusia semakin tidak berarti, tetapi interpretasi tentang fosil-fosil
yang digali oleh orang-orang tertentu tetap dipercayai oleh orang-orang yang menganut teori ini
dengan membabi buta.
Teknologi Mata dan Telinga
Persoalan lainnya yang tetap tak terjawab oleh teori evolusi adalah kemampuan panca indera
yang luar biasa pada mata dan telinga.
Sebelum melanjutkan pembicaraan tentang mata, marilah kita jawab secara sepintas tentang
pertanyaan “bagaimanakah kita melihat”. Cahaya yang masuk dari sebuah benda jatuh secara
berlawanan pada retina mata. Di sini, cahaya ditransmisikan menjadi sinyal-sinyal elektris oleh sel,
dan cahaya tersebut sampai ke titik kecil di belakang otak yang disebut sebagai pusat penglihatan.
Sinyal-sinyal elektris ini di pusat otak terlihat sebagai bayangan setelah melewati serangkaian proses.
Dengan latar belakang teknis ini, marilah kita berpikir sejenak.
Otak terlindung dari cahaya. Ini artinya bahwa di bagian dalam otak sama sekali gelap, dan
cahaya tidak sampai ke lokasi otak. Tempat yang disebut sebagai pusat penglihatan benar-benar
gelap, dan cahaya tidak pernah mencapainya. Bahkan mungkin merupakan tempat yang paling gelap
yang pernah anda ketahui. Namun, anda melihat dunia yang cemerlang dan terang benderang dari
tempat yang sangat gelap.
Gambar yang terbentuk di mata sangat tajam dan sangat jelas, bahkan teknologi abad ke-20
tidak mampu menyamainya. Misalnya, perhatikanlah buku yang anda baca, tangan yang dengannya
anda memegang, kemudian angkatlah kepala anda dan lihatlah sekitar anda. Pernahkah anda melihat
bayangan yang sangat tajam dan sangat jelas seperti ini di tempat lain? Bahkan layar televisi yang
paling unggul yang diproduksi oleh pabrik televisi dunia yang paling canggih sekalipun tidak akan
mampu menyajikan gambar yang sangat tajam kepada anda. Gambar di mata ini berbentuk tiga
dimensi, berwarna, dan sangat tajam. Selama lebih dari seratus tahun, ribuan insinyur telah berusaha
untuk menghasilkan ketajaman ini. Pabrik-pabrik dan perusahaan-perusahaan raksasa pun didirikan,
berbagai riset dilakukan, berbagai rencana dan desain dilakukan untuk mencapai tujuan ini. Sekali
lagi, lihatlah ke layar TV dan buku yang anda pegang. Anda akan melihat bahwa terdapat perbedaan
besar dalam ketajaman dan kejelasan. Di samping itu, layar TV menunjukkan gambar dua dimensi,
sedangkan dengan mata anda, anda melihat gambar tiga dimensi yang memiliki ketajaman.
Selama beberapa tahun, sepuluh dari seribu insinyur telah berusaha untuk membuat TV tiga
dimensi yang dapat menyamai kualitas pandangan seperti mata. Ya, mereka telah membuat sistem
televisi tiga dimensi, tetapi mustahil untuk melihatnya tanpa mengenakan kaca mata, lagi pula,
gambar itu merupakan gambar tiga dimensi yang artifisial. Latar belakang tampak kabur, latar depan
tampak seperti setting kertas. Sampai kapan pun mustahil untuk menghasilkan pandangan yang
tajam dan jelas seperti pandangan pada mata. Baik kamera maupun televisi tidak memiliki kualitas
gambar yang tajam dan jelas.
Para ahli evolusi menyatakan bahwa mekanisme yang menghasilkan gambar yang tajam dan
jelas ini terjadi secara kebetulan. Sekarang, jika seseorang mengatakan kepada anda bahwa televisi
yang ada di kamar anda terjadi secara kebetulan, semua atomnya datang secara kebetulan lalu
membentuk peralatan yang dapat menghasilkan gambar, maka bagaimanakah pendapat anda?
Bagaimana mungkin atom-atom dapat melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh ribuan
orang?
Jika suatu peralatan yang menghasilkan gambar yang lebih primitif daripada mata tidak dapat
terjadi secara kebetulan, maka jelaslah bahwa mata dan gambar yang terlihat oleh mata tidak dapat
terjadi secara kebetulan. Keadaan yang sama juga berlaku pada telinga. Telinga bagian luar
menangkap suara yang ada melalui daun telinga lalu megarahkan suara itu ke bagian tengah telinga,
dan bagian tengah telinga mengirimkan getaran suara ke otak dengan mengubah suara itu menjadi
sinyal-sinyal elektrik. Sebagaimana mata, proses mendengar berakhir di pusat pendengaran di otak.
Situasi pada mata juga berlaku pada telinga. Yakni, otak terlindung dari suara sebagaimana ia
terlindung dari cahaya: ia tidak membiarkan suara apa pun memasukinya. Dengan demikian,
betapapun berisiknya suara di luar, bagian dalam otak sepenuhnya sunyi senyap. Namun demikian,
otak dapat menangkap suara dengan sangat jelas. Di otak anda, yang terlindung dari suara, anda
mendengar simponi dari sebuah orkestra, dan anda mendengar semua bunyi di keramaian. Namun
demikian, jika tingkat suara di otak anda diukur dengan peralatan yang akurat pada saat itu, maka
akan diketahui bahwa yang terjadi dalam otak adalah kesunyian.
Sebagaimana pada kasus alat perekam gambar, selama puluhan tahun telah dilakukan usaha
untuk menghasilkan suara sebagaimana dalam bentuk aslinya. Hasil dari usaha tersebut adalah
perekam suara “high fidelity system”, dan sistem untuk merekam suara. Meskipun teknologi ini
telah digali dan ribuan insinyur dan ahli telah bekerja keras, tetapi tidak ada suara yang diperoleh,
yang memiliki ketajaman dan kejelasan seperti suara yang ditangkap oleh telinga. Perhatikanlah HIFI
sistem dengan kualitas sangat tinggi yang dihasilkan oleh perusahaan terbesar dalam industri
musik. Bahkan dalam peralatan ini, ketika suara direkam, sebagian suara ada yang hilang; atau
ketika anda menghidupkan HI-FI, anda selalu mendengar suara yang mendesis sebelum musik
dimulai. Namun, suara-suara yang merupakan produk dari teknologi tubuh manusia sangat tajam dan
jelas. Telinga manusia tidak pernah menangkap suara yang disertai dengan bunyi mendesis
sebagaimana pada HI-FI; telinga menangkap suara seperti apa adanya, tajam dan jelas. Keadaan ini
berlaku semenjak manusia pertama kali diciptakan.
Sejauh ini, tidak ada peralatan visual atau perekam suara yang dihasilkan oleh manusia yang
sangat peka dan berhasil menangkap data indera sebagaimana mata dan telinga.
Namun, sepanjang yang berkaitan dengan penglihatan dan pendengaran, terdapat fakta yang
lebih besar di balik semua itu.
Siapakah yang Memberi Kemampuan
Otak untuk Melihat dan Mendengar?
Siapakah yang memberi kemampuan pada otak sehingga ia dapat melihat gemerlapnya dunia,
mendengar simponi kicau burung, dan mencium bunga mawar?
Rangsang yang datang dari mata, telinga, dan hidung manusia diteruskan ke otak sebagai
impuls syaraf elektro-kimia. Dalam buku-buku biologi, fisiologi, dan biokimia, anda dapat
menemukan penjelasan bagaimanakah gambar tersebut terbentuk di otak. Namun, anda tidak akan
pernah menemukan fakta yang paling penting tentang persoalan ini: Siapakah yang mengatur
terjadinya impuls syaraf elektro-kimia tersebut sebagai gambar, suara, bau, dan penginderaan di
otak? Terdapat suatu kesadaran di otak yang mampu menangkap semuanya tanpa harus memerlukan
mata, telinga, dan hidung. Siapakah yang memberi kemampuan ini? Tidak diragukan lagi bahwa
kemampuan ini tidak dimiliki oleh syaraf, lapisan lemak, dan syaraf-syaraf yang terdapat di otak.
Itulah sebabnya pengikut Darwin dan kaum materialis tidak mempercayai bahwa segala sesuatu
terdiri dari materi, tidak dapat memberikan jawaban apa pun terhadap pertanyaan ini.
Kemampuan ini adalah ruhani yang diciptakan oleh Allah. Ruhani tidak memerlukan mata
untuk melihat gambar, atau telinga untuk mendengar suara. Di samping itu, ia juga tidak
memerlukan otak untuk berpikir.
Setiap orang yang membaca fakta yang jelas dan ilmiah ini harus berfikir tentang Tuhan Yang
Mahakuasa, takut kepada-Nya, dan berlindung kepada-Nya, Dialah Yang menguasai seluruh alam
semesta dan sebuah bidang yang gelap yang luasnya beberapa sentimeter kubik dalam bentuk tiga
dimensi, berwarna, teduh, dan terang benderang.
Keyakinan Kaum Materialis
Informasi yang kami ketengahkan hingga kini menunjukkan kepada kita bahwa teori evolusi
adalah pernyataan yang sangat berbeda dengan temuan ilmiah. Pernyataan yang diberikan oleh teori
tersebut tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan, dan mekanisme evolusioner yang diajukannya tidak
memiliki pengaruh evolusioner, dan fosil-fosil yang ditunjukkan tentang bentuk-bentuk transisi
untuk mendukung teori tersebut tidak pernah ada. Dengan demikian, tentu saja teori evolusi harus
dienyahkan karena ia adalah gagasan yang tidak ilmiah, sebagaimana gagasan yang menyatakan
bahwa alam semesta ini berpusat pada bumi telah dienyahkan dari agenda ilmu pengetahuan di
sepanjang sejarah.
Namun, teori evolusi tetap dimasukkan dalam agenda ilmu pengetahuan. Bahkan sebagian
orang berusaha untuk mengajukan kritik terhadap orang-orang yang membantah teori tersebut
sebagai “serangan terhadap ilmu pengetahuan”. Mengapa?
Alasannya adalah, bahwa teori evolusi merupakan keyakinan dogmatis yang tidak boleh
dibantah bagi beberapa kalangan. Kalangan ini dengan membabi buta mengabdi kepada filsafat
materialis dan menerapkan Darwinisme, karena ia merupakan satu-satunya penjelasan ilmiah yang
dapat dikemukakan tentang bekerjanya alam.
Yang cukup menarik, kadang-kadang mereka juga mengakui fakta ini. Seorang ahli genetik
dan seorang penganut evolusi yang jujur, Richard C. Lewontin dari Universitas Harvard mengakui
bahwa dialah yang “mula-mula dan terutama sebagai seorang materialis, kemudian menjadi seorang
limuwan”:
Bagaimanapun, bukannya metode dan institusi ilmu pengetahuan yang memaksa kita untuk
menerima penjelasan material tentang dunia fenomenal, tetapi sebaliknya, kita dipaksa oleh
kesetiaan kita yang a priori terhadap penyebab material untuk menciptakan peralatan penelitian
dan seperangkat konsep yang menghasilkan penjelasan material, meskipun ia bertentangan dengan
intuisi, dan meskipun ia menyesatkan bagi orang-orang awam. Di samping itu, bahwa materialisme
itu absolut sehingga kami tidak dapat membiarkan Kaki Tuhan memasuki pintu.20
Itulah pernyataan terus terang yang menyatakan bahwa Darwinisme adalah sebuah dogma
yang tetap dipertahankan demi kesetiaannya kepada filsafat materialis. Dogma ini berpendirian
bahwa tidak ada being (yang ada) kecuali materi. Dengan demikian ia berpendapat bahwa pencipta
kehidupan adalah materi tak bernyawa dan tidak memiliki kesadaran. Ia berpendapat bahwa jutaan
spesies hidup yang berbeda-beda; misalnya burung, ikan, jerapah, harimau, serangga, pohon, bunga,
ikan paus, dan manusia itu terwujud sebagai hasil dari interaksi antara materi seperti hujan yang
turun, kilat yang menyambar, dan sebagainya, dari materi tak bernyawa. Pandangan ini bertentangan
dengan akal maupun ilmu pengetahuan. Namun, Darwinisme tetap mempertahankannya hanya agar
“jangan sampai Kaki Tuhan masuk di pintu”.
Siapa pun yang tidak memperhatikan asal-usul makhluk hidup dengan pandangan materialis
akan melihat kebenaran yang nyata ini: Semua makhluk hidup adalah karya dari Sang Pencipta,
Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana, dan Maha Mengetahui. Sang Pencipta ini adalah Allah, Yang
menciptakan seluruh alam semesta dan semua makhluk dari tidak ada, dan merancangnya dalam
bentuk yang sangat sempurna.
“Mereka berkata, “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang
telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi
Maha Bijaksana.”(Q.s. al-Baqarah: 32).
Allah menjelaskan berbagai rahasia kepada manusia melalui al-Qur’an, doa, perintah,
larangan, dan akhlak yang mulia. Semua ini merupakan rahasia yang sangat penting, dan orang yang
berpikir dapat menyaksikan rahasia-rahasia ini dalam hidupnya. Tidak ada sumber lain kecuali al-
Qur’an yang menjelaskan rahasia ini. al-Qur’an merupakan satu-satunya sumber rahasia sehingga
orang-orang yang sangat cerdas dan sangat pandai sekalipun tidak akan menemukan rahasia ini di
mana pun juga.
Jika sebagian orang dapat memahami sedangkan orang lain tidak dapat memahami pesanpesan
yang tersembunyi dalam al-Qur’an, ini merupakan rahasia lain yang diciptakan Allah. Orangorang
yang tidak memahami rahasia-rahasia yang diungkapkan dalam al-Qur’an ini hidup dalam
penderitaan dan kesulitan. Anehnya, mereka tidak pernah mengetahui penyebab penderitaannya.
Dalam pada itu, orang-orang yang mengkaji rahasia-rahasia dalam al-Qur’an menjalani hidupnya
dengan mudah dan gembira.
Buku ini membicarakan tentang persoalan-persoalan yang berkaitan dengan ayat-ayat yang
diungkapkan oleh Allah kepada manusia sebagai sebuah rahasia. Manakala orang membaca ayatayat
ini, dan perhatiannya didtumpukan kepada rahasia-rahasia dalam ayat-ayat ini, apa yang harus
ia lakukan adalah berusaha mengetahui tujuan Allah yang tersembunyi dalam setiap peristiwa
kemudian mengkaji segala sesuatunya berdasarkan al-Qur’an. Kemudian, orang pun akan menyadari
dengan kegembiraan tentang rahasia-rahasia ini, bahwa al-Qur’an mengendalikan kehidupannya dan
kehidupan orang lain.
Setiap bagian di alam semesta ini menunjukkan adanya penciptaan yang luar biasa.
Sebaliknya, faham materialisme, yang berusaha menolak fakta tentang penciptaan alam semesta,
tidak lain hanyalah merupakan faham palsu yang tidak ilmiah.
Jika faham materialisme telah tumbang, maka semua faham lainnya yang berdasarkan pada
filsafat ini juga tidak memiliki landasan. Hampir semua penganut faham ini adalah penganut
Darwinisme, yakni teori evolusi. Teori ini, yang berpendirian bahwa kehidupan berasal dari benda
mati, yang terjadi secara kebetulan, telah ditumbangkan oleh kenyataan bahwa alam semesta ini
diciptakan oleh Allah. Ahli astrofisika Amerika, Hugh Ross, menyatakan sebagai berikut:
Atheisme, Darwinisme, dan pada dasarnya semua “isme” yang muncul dari filsafat abad
kedelapan belas hingga abad kedua puluh, yang dibangun berdasarkan asumsi, yakni asumsi yang
tidak benar, bahwa alam semesta ini tak terbatas. Keajaiban alam semesta telah membawa kita
berhadapan dengan sebab atau penyebab utama di balik/ di belakang/ di hadapan alam semesta dan
semua isinya, termasuk kehidupan itu sendiri.1
Allah-lah yang menciptakan alam semesta dan Yang merancangnya hingga ke bagianbagiannya
yang terkecil. Dengan demikian teori evolusi yang menyatakan bahwa makhluk hidup itu
tidak diciptakan oleh Allah, tetapi terjadi secara kebetulan, adalah teori yang sama sekali tidak
benar.
Tidak heran jika kita memperhatikan teori evolusi, maka kita akan melihat bahwa teori ini
dikecam oleh penemuan ilmiah. Rancangan kehidupan ini sangatlah kompleks dan menakjubkan. Di
dunia makhluk tak bernyawa misalnya, kita dapat melihat betapa luar biasanya keseimbangan pada
atom-atom. Belum lagi pada dunia makhluk bernyawa, kita dapat melihat betapa kompleksnya rancangan
dari kumpulan atom, dan betapa luar biasanya cara kerja dan struktur seperti protein, enzim,
dan sel, yang diciptakan di dalamnya.
Rancangan yang luar biasa dalam kehidupan ini menumbangkan Darwinisme pada akhir abad
kedua puluh.
Kita telah membicarakan dengan sangat detail masalah ini dalam beberapa kajian kami
lainnya, dan kami akan terus melakukannya. Namun mengingat pentingnya persoalan ini, tentunya
akan bermanfaat jika pada kesempatan ini diketengahkan ringkasannya.
Ilmu Pengetahuan Menumbangkan Darwinisme
Meskipun doktrin ini berasal dari zaman Yunani kuno, teori evolusi dikembangkan secara luas
pada abad ke-19. Perkembangan terpenting yang menjadikan teori ini menjadi topik terbesar dalam
dunia sains adalah buku karya Charles Darwin yang berjudul The Origin of Species, yang diterbitkan
pada tahun 1859. Dalam buku ini, Darwin menolak bahwa berbagai spesies yang hidup di bumi,
masing-masing diciptakan oleh Tuhan. Menurut Darwin, semua makhluk hidup memiliki nenek
moyang yang sama dan makhluk-makhluk tersebut kemudian menjadi beraneka ragam dengan
berjalannya waktu melalui perubahan-perubahan kecil.
Teori Darwin tidak berdasarkan pada pembuktian ilmiah yang kongkret; sebagaimana yang
diakuinya sendiri, tetapi hanya berupa “asumsi”. Tambahan pula, sebagaimana pengakuan Darwin
dalam bab panjang dari bukunya yang berudul Difficulties of the Theory, teori tersebut tidak mampu
menghadapi berbagai pertanyaan penting.
Darwin menumpukan semua harapannya pada penemuan-penemuan ilmiah baru, yang ia
harapkan dapat memberikan pemecahan atas Difficulties of the Theory. Namun, berlawanan dengan
harapannya, pembuktian ilmiah justru semakin memperluas dimensi dari kesulitan-kesulitan ini.
Kekalahan Darwinisme atas ilmu pengetahuan dapat disimpulkan menjadi tiga topik dasar:
1) Teori tersebut sama sekali tidak menjelaskan tentang bagaimana asal mula kehidupan di
bumi.
2) Tidak ada pembuktian ilmiah yang menunjukkan bahwa “mekanisme evolusioner” yang
diajukan dalam teori tersebut memiliki kekuatan untuk berkembang.
3) Apa yang dikemukakan dalam teori evolusi tersebut sama sekali bertolak belakang dengan
Catatan fosil.
Dalam bagian ini, kita akan mengkaji tiga poin dasar tersebut secara garis besar:
Langkah Pertama yang Tidak Dapat Diatasi:
Asal-usul Kehidupan
Teori evolusi berpendirian bahwa semua spesies hidup berasal dari satu sel hidup tunggal
yang muncul di bumi 3.8 milyar tahun yang lalu. Bagaimanakah sebuah sel tunggal dapat
menghasilkan jutaan spesies hidup yang kompleks, dan jika evolusi semacam itu benar-benar terjadi,
mengapa jejak-jejaknya tidak dapat dilihat pada catatan fosil, itu merupakan pertanyaan-pertanyaan
yang tidak dapat dijawab oleh teori evolusi. Namun, yang pertama dan utama, dari langkah pertama
yang dinyatakan oleh proses evolusioner tersebut muncul pertanyaan: Bagaimanakah asal mula
terjadinya “sel pertama” tersebut?
Karena teori evolusi menolak penciptaan dan tidak menerima campur tangan supernatural
dalam bentuk apa pun, maka ia berpendirian bahwa “sel pertama”muncul secara kebetulan
berdasarkan hukum alam, tanpa ada rancangan atau perencanaan. Menurut teori ini, materi tak
bernyawa menghasilkan sel bernyawa sebagai akibat dari munculnya sel pertama secara kebetulan
tersebut. Namun, pernyataan ini bahkan tidak sesuai dengan hukum biologi yang paling tidak terbantahkan.
Kehidupan Berasal dari Kehidupan
Dalam bukunya, Darwin tidak pernah menyebut asal-usul kehidupan. Pemahaman kuno
tentang ilmu pengetahuan pada zamannya berangkat dari asumsi bahwa makhluk hidup memiliki
struktur yang sangat sederhana. Semenjak zaman pertengahan, generasi spontan, yakni teori yang
menyatakan bahwa materi tak bernyawa muncul untuk membentuk organisme hidup diterima secara
luas. Pada umumnya diyakini bahwa serangga terjadi dari sisa-sisa makanan, dan tikus berasal dari
gandum. Berbagai eksperimen yang menarik dilakukan untuk membuktikan teori ini. Beberapa
gandum diletakkan pada sebidang kain kotor, kemudian diyakini bahwa setelah beberapa saat tikus
akan muncul darinya.
Demikian pula, ulat yang muncul dalam daging dianggap sebagai bukti dari teori tentang
generasi spontan. Namun, tidak lama kemudian diketahuilah bahwa ulat tidak muncul dari daging
secara spontan, tetapi dibawa oleh lalat dalam bentuk larva, yang tidak dapat dilihat dengan mata
telanjang.
Bahkan pada periode ketika Darwin menulis The Origin of Species, keyakinan bahwa bakteri
dapat terwujud dari materi tak bernyawa diterima secara luas dalam dunia ilmu pengetahuan.
Namun, lima tahun setelah buku Darwin diterbitkan, penemuan Louis Pasteur mematahkan
keyakinan ini, yang merupakan landasan evolusi. Setelah melakukan penelitian dan eksperimen yang
melelahkan, Pasteur menyimpulkan secara ringkas, “Pernyataan bahwa materi tak bernyawa dapat
memunculkan kehidupan telah dikubur dalam sejarah untuk selamanya.”2
Para pendukung teori evolusi menolak penemuan Pasteur dalam waktu yang lama. Namun,
ketika perkembangan ilmu pengetahuan berhasil menjelaskan tentang struktur sel dari makhluk
hidup yang kompleks, gagasan bahwa kehidupan dapat muncul secara kebetulan bahkan semakin
menghadapi kebuntuan yang lebih besar.
Usaha-usaha yang Tidak Pernah Menghasilkan
Kesimpulan pada Abad Ke-20
Ahli evolusi pertama yang menggeluti masalah asal-usul kehidupan pada abad ke-20 adalah
ahli biologi Rusia terkenal, Alexander Oparin. Dengan berbagai tesisnya yang ia ajukan pada tahun
1930-an, ia berusaha membuktikan bahwa sel dari sebuah makhluk hidup dapat terjadi secara
kebetulan. Namun, penelitian ini ternyata mengalami kegagalan, dan Oparin harus membuat
pengakuan sebagai berikut:
Sayang, asal-usul sel tetap menjadi tanda tanya, yang sesungguhnya merupakan titik paling
gelap dari seluruh teori evolusi.3
Para penganut teori evolusi Oparin berusaha untuk meneruskan eksperimen untuk memecahkan
masalah asal-usul kehidupan. Yang paling terkenal di antara eksperimen-eksperimen ini
dilakukan oleh ahli kimia Amerika, Stanley Miller pada tahun 1953. Dalam permulaan
eksperimennya, ia menyatakan bahwa gabungan gas telah ada pada atmosfer bumi pada zaman kuno,
dan dengan menambahkan energi pada campurannya, Miller mensitesakan beberapa molekul organik
(asam amino) yang ada dalam struktur protein.
Beberapa tahun berlalu, eksperimen tersebut tidak berhasil mengungkapkan apa pun, yang
pada saat itu dilakukan sebagai langkah penting atas nama evolusi, terbukti tidak valid, sedangkan
atmosfer yang digunakan dalam eksperimen tersebut sangat berbeda dengan kondisi bumi yang
sesungguhnya.4
Setelah diam dalam jangka waktu yang lama, Miller mengakui bahwa medium atmosfer yang
ia gunakan tidaklah realistik.5
Semua usaha ahli evolusi yang dilakukan pada abad ke-20 untuk menjelaskan asal-usul
kehidupan berakhir dengan kegagalan. Ahli geokimia Jeffrey Bada dari San Diego Scripps Institute,
mengakui kenyataan ini dalam sebuah artikel yang dipublikasikan dalam majalah Earth pada tahun
1998:
Dewasa ini, ketika kita meninggalkan abad kedua puluh, kita masih menghadapi persoalan
sangat besar yang belum terpecahkan yang harus kita hadapi ketika kita memasuki abad kedua
puluh: Bagaimanakah asal-usul kehidupan di Bumi ini?6
Struktur Kehidupan yang Kompleks
Alasan utama mengapa teori evolusi berakhir dalam kebuntuan besar tentang asal-usul
kehidupan adalah bahwa organisme hidup yang dianggap sangat sederhana ternyata memiliki
struktur yang sangat kompleks. Sel dari makhluk hidup lebih kompleks dibandingkan dengan semua
produk teknologi yang dihasilkan oleh manusia. Dewasa ini, bahkan dalam laboratorium yang paling
maju di seluruh dunia sekalipun, sebuah sel hidup tidak dapat dihasilkan dari materi inorganik.
Persyaratan yang diperlukan bagi terbentuknya sebuah sel terlalu besar kuantitasnya untuk
diabaikan dengan berpegang pada landasan bahwa terbentuknya sel tersebut terjadi secara kebetulan.
Probabilitas tentang protein, perkembangan blok dalam sel, disentesakan secara kebetulan adalah 1
dalam 10950 untuk rata-rata protein yang terdiri dari 500 asam amino. Dalam matematika, suatu
probabilitas yang lebih kecil dari 1 dibanding 1050 dengan sendirinya dianggap tidak mungkin.
Molekul DNA yang terletak di inti sel dan yang menyimpan informasi genetik merupakan
bank data yang luar biasa. Jika informasi yang ada dalam DNA ditulis, maka ia akan merupakan
perpustakaan raksasa yang terdiri dari 900 jilid ensiklopedi yang masing-masing terdiri dari 500
halaman.
Dalam masalah ini muncul dilema yang sangat menarik: DNA hanya dapat direplikasi dengan
bantuan protein-protein khusus (enzim). Namun, sintesa dari enzim-enzim ini hanya dapat
diwujudkan melalui informasi yang tercatat dalam DNA. Karena keduanya saling tergantung,
mereka harus ada pada waktu yang bersamaan untuk replikasi. Hal ini menunjukkan bahwa
pernyataan yang menyatakan bahwa kehidupan itu berasal dari dirinya sendiri mengalami
kebuntuan. Prof. Leslie Orgel, seorang ahli evolusi ternama dari Universitas San Diego, Kalifornia,
mengakui fakta ini di majalah Scientific American yang diterbitkan pada September 1994:
Sangat mustahil bahwa protein dan asam, yang keduanya sama-sama memiliki struktur yang
kompleks, muncul dengan sendirinya pada waktu dan tempat yang sama. Namun juga mustahil jika
yang satu ada tanpa adanya yang lain. Demikian pula, secara sekilas orang dapat menyimpulkan
bahwa sesungguhnya kehidupan tidak mungkin berasal dari sarana kimiawi.7
Mekanisme Evolusi Imajiner
Persoalan penting kedua yang menafikan teori Darwin adalah bahwa kedua konsep yang
dikemukakan oleh teori tersebut sebagai “mekanisme evolusioner” pada dasarnya tidak memiliki
kekuatan evolusioner.
Darwin mendasarkan pernyataan evolusinya sepenuhnya pada mekanisme “seleksi alam”.
Pernyataan yang ia tekankan tentang mekanisme ini dapat dilihat dalam bukunya: The Origin of
Species, By Means of Natural Selection…
Seleksi alam berpendirian bahwa makhluk-makhluk hidup yang lebih kuat dan lebih cocok
bagi kondisi alam pada habitat mereka akan dapat bertahan dalam bergulat untuk mempertahankan
kehidupan. Sebagai contoh, pada kawanan rusa yang menghadapi ancaman serangan binatang buas,
maka rusa-rusa yang berlarinya lebih cepat dapat mempertahankan kehidupannya. Dengan demikian,
kawanan rusa itu terdiri dari individu-individu yang lebih cepat dan lebih kuat. Namun tak dapat
disangkal bahwa mekanisme ini tidak menyebabkan rusa tersebut muncul dan berubah menjadi
spesies hidup yang lain, misalnya menjadi kuda.
Dengan demikian, mekanisme seleksi alam tidak memiliki kekuatan evolusioner. Darwin juga
menyadari fakta ini sehingga ia harus menyatakan dalam bukunya The Origin of Species:
Seleksi alam tidak dapat berbuat apa pun hingga terjadi peluang variasi yang sesuai.8
Pengaruh Lamarck
Lalu, bagaimanakah “variasi yang sesuai” ini terjadi? Darwin berusaha untuk menjawab
pertanyaan ini dari sudut pandang pemahaman ilmu pengetahuan kuno pada zamannya. Menurut ahli
biologi Prancis, Lamarck, yang hidup sebelum Darwin, makhluk hidup memiliki karakter yang
dibutuhkan selama jangka hidupnya hingga generasi selanjutnya, dan karakter ini berakumulasi dari
satu generasi ke generasi seterusnya sehingga menyebabkan terbentuknya spesies baru. Misalnya,
menurut Lamarck, jerapah terjadi dari kijang, karena kijang-kijang itu berjuang untuk makan daun
dari pohon yang tinggi, sehingga lehernya memanjang dari generasi ke generasi.
Darwin juga memberikan contoh serupa dalam bukunya, The Origin of Species, misalnya, ia
berkata bahwa sebagian beruang ada yang menyelam ke air untuk mencari makanan sehingga
berubah menjadi ikan paus setelah beberapa lama.9
Namun, hukum genetika yang ditemukan oleh Mendel dan dibuktikan oleh ilmu genetika
yang berkembang pada abad ke-20, menolak mentah-mentah anggapan yang mengatakan bahwa
karakter itu diteruskan kepada generasi selanjutnya. Dengan demikian, seleksi alam bertentangan
dengan kenyataan seperti halnya mekanisme evolusioner.
Neo-Darwinisme dan Mutasi
Agar dapat menemukan pemecahan, para pengikut Darwin mengajukan “Teori Sintesa
Modern” atau lebih dikenal sebagai Neo-Darwinisme, pada akhir tahun 1930an. Neo-Darwinisme
menambahkan mutasi, yakni penyimpangan yang dimunculkan oleh gen-gen makhluk hidup karena
adanya faktor-faktor eksternal seperti radiasi atau kesalahan replikasi, sebagai “penyebab variasi
yang sesuai” di samping mutasi alam.
Dewasa ini, model yang mewakili evolusi di dunia adalah Neo-Darwinisme. Teori tersebut
berpendirian bahwa berjuta-juta makhluk hidup yang ada di bumi ini terjadi sebagai akibat dari suatu
proses di mana berbagai organ-organ kompleks dari beberapa organisme seperti telinga, mata, paruparu,
sayap, mengalami “mutasi”, yakni penyimpangan genetis. Namun terdapat fakta ilmiah yang
sama sekali bertentangan dengan teori ini: Mutasi tidak menyebabkan makhluk hidup berkembang,
sebaliknya mutasi menyebabkan kerusakan.
Adapun alasannya sangat sederhana: DNA memiliki struktur yang sangat kompleks, dan efek
kebetulan hanya dapat menyebabkan kerusakan baginya. Ahli genetika Amerika, B.G. Ranganathan,
menjelaskan hal ini sebagai berikut:
Mutasi itu kemungkinannya sangat kecil, kebetulan, dan merusak. Mutasi hampir-hampir
tidak terjadi dan kemungkinan besar tidak membawa pengaruh. Empat karakteristik mutasi ini
menunjukkan bahwa mutasi tidak menyebabkan terjadinya pekembangan evolusioner. Perubahan
yang terjadi secara kebetulan pada organisme yang sangat khusus tidak ada pengaruhnya dan tidak
merusak. Perubahan yang terjadi secara kebetulan pada sebuah arloji tidak dapat memperbaiki
arloji tersebut. Bahkan dapat merusak atau paling-paling tidak berpengaruh. Sebuah gempa bumi
tidak mungkin memperbaiki kota, tetapi ia menyebabkan kerusakan10
Dengan demikian tidak ada contoh mutasi yang bermanfaat, yakni yang dapat mengembangkan
aturan genetika yang pernah dilihat buktinya hingga saat ini. Semua mutasi terbukti bersifat
merusak. Maka perlu dipahami bahwa mutasi yang dinyatakan sebagai “mekanisme evolusioner”
sesungguhnya merupakan peristiwa genetik yang merusak makhluk hidup dan menimbulkan
gangguan. (Pengaruh mutasi yang sangat umum pada manusia adalah kanker). Tidak diragukan lagi
bahwa suatu mekanisme destruktif tidak dapat menjadi “mekanisme evolusioner”. Dalam pada itu,
seleksi alam “tidak dapat melakukan apa pun bagi dirinya sendiri,” sebagaimana juga diakui oleh
Darwin. Fakta ini menunjukkan pada kita bahwa tidak ada “mekanisme evolusioner” di alam.
Karena mekanisme evolusioner itu tidak ada, maka juga tidak terjadi proses imajiner yang disebut
sebagai evolusi itu.
Catatan Fosil: Tidak Ada Bukti-bukti
tentang Bentuk-bentuk Antara
Bukti yang sangat jelas bahwa pernyataan sebagaimana yang disebutkan dalam teori evolusi
itu tidak pernah terjadi adalah berdasarkan catatan fosil.
Menurut teori evolusi, setiap spesies hidup muncul dari yang mendahuluinya. Suatu spesies
yang dahulu pernah ada, lambat laun berubah kepada bentuk lainnya dan semua spesies muncul
dengan cara seperti ini. Menurut teori ini, transformasi ini berjalan dengan pelan-pelan selama jutaan
tahun.
Seandainya hal ini benar, maka banyak sekali spesies antara yang ada dan hidup dalam
periode transformasi yang panjang.
Misalnya, binatang-binatang yang separuh berbentuk ikan dan separuhnya lagi berbentuk
reptil tentu pernah hidup pada masa lampau sehingga memiliki karakter reptil di samping juga
memiliki karakter ikan. Atau pernah ada burung-reptil, yang memiliki karakter burung di samping
karakter reptil. Karena semua ini berada dalam fase transisi, makhluk-makhluk hidup tersebut tentu
akan lumpuh, cacat, atau pincang. Para ahli evolusi menyebut makhluk-makhluk imajiner ini, yang
mereka yakini pernah hidup pada masa lampau, sebagai “bentuk-bentuk transisi”.
Jika binatang seperti itu benar-benar ada, tentunya terdapat jutaan, bahkan milyaran
jumlahnya dan variasinya. Dan yang lebih penting, sisa-sisa dari makhluk-makhluk aneh seperti itu
tentu ada dalam jejak fosil. Dalam The Origin of Species, Darwin menjelaskan:
Jika teori saya benar, maka tentu terdapat sangat banyak varietas perantara yang saling
menghubungkan antara spesies-spesies dari kelompok yang sama. …Dengan demikian, bukti
tentang keberadaannya pada masa lalu hanya dapat ditemukan di antara peninggalan-peninggalan
fosil.11
Harapan Darwin yang Kandas
Bagaimanapun, sekalipun ahli-ahli evolusi telah bekerja keras untuk menemukan fosil sejak
pertengahan abad ke-19 di seluruh dunia, tidak ada bentuk-bentuk transisi yang mereka temukan.
Semua fosil yang digali menunjukkan, berlawanan dengan harapan ahli-ahli evolusi, kehidupan
muncul di muka bumi secara tiba-tiba dan telah berbentuk sempurna.
Seorang ahli paleontologi ternama dari Inggris, Derek V. Ager, mengakui fakta ini, sekalipun
ia seorang penganut evolusi:
Persoalan pun menjadi jelas ketika saya meneliti bukti-bukti fosil secara detail, entah itu
pada tingkatan ordo atau spesies, berulang kali kami menemukan bahwa bukannya evolusi yang
terjadi secara lambat laun, tetapi yang terjadi adalah satu kelompok muncul secara tiba-tiba,
demikian pula kelompok lainnya.12
Ini artinya bahwa bukti fosil menunjukkan bahwa semua spesies hidup tiba-tiba muncul dalam
bentuk yang telah sempurna, tanpa melalui bentuk perantara. Hal ini berlawanan dengan asumsi
Darwin. Demikian pula, terdapat bukti yang sangat kuat bahwa makhluk hidup itu ada karena
diciptakan. Satu-satunya penjelasan yang dapat diberikan adalah bahwa spesies hidup itu muncul
dengan tiba-tiba dan telah sempurna setiap detail tanpa melalui nenek moyang yang berevolusi,
dengan demikian spesies tersebut adalah diciptakan. Fakta ini juga diakui oleh sebagian besar ahli
biologi evolusi, Douglas Futuyma:
Penciptaan dan evolusi, di antara keduanya memerlukan penjelasan tentang asal-usulnya
dari benda-benda hidup. Organisme muncul di bumi dalam keadaan telah berkembang secara
sempurna atau tidak berkembang. Jika organisme tidak berkembang, organisme itu pasti telah
berkembang dari spesies yang pernah ada melalui proses-proses modifikasi. Jika organisme itu
muncul dalam keadaan yang telah berkembang secara sempurna, organisme tersebut tentu telah
diciptakan oleh sesuatu yang luar biasa cerdasnya.13
Berbagai fosil menunjukkan bahwa makhluk hidup muncul dalam keadaan yang sempurna di
bumi. Ini artinya bahwa “asal-usus spesies”, bertentangan dengan asumsi Darwin, bukan merupakan
evolusi tetapi merupakan penciptaan.
Dongeng tentang Evolusi Manusia
Persoalan yang seringkali dikemukakan oleh para pendukung teori evolusi adalah persoalan
tentang asal-usul manusia. Para pengikut Darwin menyatakan pendiriannya bahwa manusia modern
dewasa ini merupakan hasil evolusi dari makhluk yang menyerupai kera. Menurut mereka, selama
proses evolusi ini, yang diperkirakan telah dimulai 4-5 juta tahun yang lalu, konon terdapat beberapa
“bentuk transisi” antara manusia modern dengan nenekmoyang mereka. Dalam pernyataan yang
sepenuhnya bersifat khayalan ini, disebutkan tentang empat “kategori” dasar:
1. Australopithecus
2. Homo habilis
3. Homo erectus
4. Homo sapiens
Para ahli evolusi menyebut apa yang dinamakan sebagai nenek moyang manusia pertama
yang menyerupai monyet sebagai “Australopithecus” yang artinya “Monyet Afrika Selatan”.
Makhluk hidup ini sesungguhnya tidak lain adalah spesies monyet kuno yang telah punah. Riset
yang mendalam yang dilakukan pada berbagai sampel Australopithecus oleh dua orang ahli anatomi
ternama dunia dari Inggris dan Amerika Serikat, yakni Lord Solly Zuckerman dan Prof. Charles
Oxnard, telah menunjukkan bahwa Australopithecus tersebut merupakan spesies monyet biasa yang
telah punah dan terbukti tidak memiliki kemiripan dengan manusia.14
Para ahli evolusi mengklasifikasikan tahap selanjutnya dari evolusi manusia sebagai “homo”,
yakni “manusia”. Menurut pernyataan ahli evolusi, makhluk hidup pada sejumlah Homo lebih
berkembang dibandingkan Australopithecus. Para ahli evolusi telah mengembangkan skema evolusi
khayalan dengan menyusun berbagai fosil dari makhluk-makhluk ini dalam urutan tertentu. Skema
ini bersifat khayalan karena tidak pernah terbukti bahwa terdapat hubungan evolusioner antara
beberapa kelas ini. Ernst Mayr, salah seorang pembela teori evolusi yang terkemuka pada abad ke-
20 mengakui fakta ini dengan mengatakan bahwa “mata rantai yang sampai kepada Homo sapiens
sesungguhnya terputus”.15
Dengan membuat pembagian mata rantai seperti “Australopithecus — Homo habilis — Homo
erectus — Homo sapiens”, para ahli evolusi memaksudkan bahwa masing-masing spesies ini
merupakan nenek moyang bagi yang lain. Namun, penemuan terkini dari ahli paleoantrhropologi
telah mengungkapkan bahwa Australopithecus, Homo habilis dan Homo erectus hidup di bagian
yang berlainan di dunia pada saat yang sama.16
Di samping itu, segmen manusia tertentu yang diklasifikasikan sebagai Homo erectus telah
hidup hingga zaman modern. Homo sapiens neandarthalensis dan Homo sapiens sapiens (manusia
modern) hidup bersama-sama di kawasan yang sama.17
Situasi ini seolah-olah menunjukkan keabsahan klaim tersebut yang menyatakan bahwa
mereka adalah nenek moyang bagi lainnya. Seorang ahli paleontologi dari Universitas Harvard,
Stephen Jay Gould, menjelaskan kebuntuan teori evolusi meskipun ia sendiri seorang penganut
evolusi:
Apa yang menjadi tangga bagi kita jika ada tiga garis silsilah hominid (A. africanus,
australopithecines yang tegap, dan H. habilis), tak satu pun yang jelas-jelas berasal dari yang lain.
Lagi pula, tak satu pun dari ketiganya yang menunjukkan kecenderungan berevolusi selama mereka
mendiami bumi.18
Pendek kata, pandangan tentang evolusi manusia, yang berusaha mencari dukungan dengan
bantuan berbagai gambaran makhluk “separuh manusia, separuh kera” yang muncul di media dan
buku pelajaran, dan dengan bantuan propaganda, terus terang saja hanyalah dongeng yang tidak
memiliki landasan ilmiah.
Lord Solly Zuckerman, salah seorang ilmuwan yang terkenal dan dihormati di Inggris, yang
melakukan riset tentang persoalan ini selama beberapa tahun, dan secara khusus meneliti fosil-fosil
Australopithecus selama 15 tahun, pada akhirnya berkesimpulan bahwa meskipun ia sendiri seorang
penganut evolusi, namun sesungguhnya tidak ada tiga cabang famili seperti itu antara makhluk yang
menyerupai kera dengan manusia.
Zuckerman juga membuat sebuah “spektrum ilmu pengetahuan” yang menarik. Ia membentuk
sebuah spektrum ilmu pengetahuan dari pernyataan yang dianggap ilmiah hingga pernyataan yang
dianggap tidak ilmiah. Menurut spektrum Zuckerman, yang paling “ilmiah”, yakni yang tergantung
pada medan data kongkret dalam ilmu pengetahuan adalah kimia dan fisika. Setelah keduanya,
muncullah ilmu biologi, kemudian ilmu sosial. Pada akhir dari spektrum tersebut, sebagai bagian
yang dianggap paling “tidak ilmiah” adalah konsep “persepsi di luar panca indera” seperti telepati
dan indera keenam, dan akhirnya “evolusi manusia”. Zuckerman menjelaskan alasannya:
Kemudian kami segera beralih untuk mencatat kebenaran objektif dalam bidang-bidang yang
dianggap sebagai ilmu biologi, seperti persepsi di luar panca indera atau interpretasi tentang
sejarah fosil manusia, di mana bagi orang-orang yang mempercayainya (penganut evolusi) apa saja
mungkin — dan bagi orang yang sangat mempercayainya (dalam evolusi) kadang-kadang dapat
mempercayai beberapa hal yang bertentangan pada waktu yang bersamaan.19
Dongeng tentang evolusi manusia semakin tidak berarti, tetapi interpretasi tentang fosil-fosil
yang digali oleh orang-orang tertentu tetap dipercayai oleh orang-orang yang menganut teori ini
dengan membabi buta.
Teknologi Mata dan Telinga
Persoalan lainnya yang tetap tak terjawab oleh teori evolusi adalah kemampuan panca indera
yang luar biasa pada mata dan telinga.
Sebelum melanjutkan pembicaraan tentang mata, marilah kita jawab secara sepintas tentang
pertanyaan “bagaimanakah kita melihat”. Cahaya yang masuk dari sebuah benda jatuh secara
berlawanan pada retina mata. Di sini, cahaya ditransmisikan menjadi sinyal-sinyal elektris oleh sel,
dan cahaya tersebut sampai ke titik kecil di belakang otak yang disebut sebagai pusat penglihatan.
Sinyal-sinyal elektris ini di pusat otak terlihat sebagai bayangan setelah melewati serangkaian proses.
Dengan latar belakang teknis ini, marilah kita berpikir sejenak.
Otak terlindung dari cahaya. Ini artinya bahwa di bagian dalam otak sama sekali gelap, dan
cahaya tidak sampai ke lokasi otak. Tempat yang disebut sebagai pusat penglihatan benar-benar
gelap, dan cahaya tidak pernah mencapainya. Bahkan mungkin merupakan tempat yang paling gelap
yang pernah anda ketahui. Namun, anda melihat dunia yang cemerlang dan terang benderang dari
tempat yang sangat gelap.
Gambar yang terbentuk di mata sangat tajam dan sangat jelas, bahkan teknologi abad ke-20
tidak mampu menyamainya. Misalnya, perhatikanlah buku yang anda baca, tangan yang dengannya
anda memegang, kemudian angkatlah kepala anda dan lihatlah sekitar anda. Pernahkah anda melihat
bayangan yang sangat tajam dan sangat jelas seperti ini di tempat lain? Bahkan layar televisi yang
paling unggul yang diproduksi oleh pabrik televisi dunia yang paling canggih sekalipun tidak akan
mampu menyajikan gambar yang sangat tajam kepada anda. Gambar di mata ini berbentuk tiga
dimensi, berwarna, dan sangat tajam. Selama lebih dari seratus tahun, ribuan insinyur telah berusaha
untuk menghasilkan ketajaman ini. Pabrik-pabrik dan perusahaan-perusahaan raksasa pun didirikan,
berbagai riset dilakukan, berbagai rencana dan desain dilakukan untuk mencapai tujuan ini. Sekali
lagi, lihatlah ke layar TV dan buku yang anda pegang. Anda akan melihat bahwa terdapat perbedaan
besar dalam ketajaman dan kejelasan. Di samping itu, layar TV menunjukkan gambar dua dimensi,
sedangkan dengan mata anda, anda melihat gambar tiga dimensi yang memiliki ketajaman.
Selama beberapa tahun, sepuluh dari seribu insinyur telah berusaha untuk membuat TV tiga
dimensi yang dapat menyamai kualitas pandangan seperti mata. Ya, mereka telah membuat sistem
televisi tiga dimensi, tetapi mustahil untuk melihatnya tanpa mengenakan kaca mata, lagi pula,
gambar itu merupakan gambar tiga dimensi yang artifisial. Latar belakang tampak kabur, latar depan
tampak seperti setting kertas. Sampai kapan pun mustahil untuk menghasilkan pandangan yang
tajam dan jelas seperti pandangan pada mata. Baik kamera maupun televisi tidak memiliki kualitas
gambar yang tajam dan jelas.
Para ahli evolusi menyatakan bahwa mekanisme yang menghasilkan gambar yang tajam dan
jelas ini terjadi secara kebetulan. Sekarang, jika seseorang mengatakan kepada anda bahwa televisi
yang ada di kamar anda terjadi secara kebetulan, semua atomnya datang secara kebetulan lalu
membentuk peralatan yang dapat menghasilkan gambar, maka bagaimanakah pendapat anda?
Bagaimana mungkin atom-atom dapat melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh ribuan
orang?
Jika suatu peralatan yang menghasilkan gambar yang lebih primitif daripada mata tidak dapat
terjadi secara kebetulan, maka jelaslah bahwa mata dan gambar yang terlihat oleh mata tidak dapat
terjadi secara kebetulan. Keadaan yang sama juga berlaku pada telinga. Telinga bagian luar
menangkap suara yang ada melalui daun telinga lalu megarahkan suara itu ke bagian tengah telinga,
dan bagian tengah telinga mengirimkan getaran suara ke otak dengan mengubah suara itu menjadi
sinyal-sinyal elektrik. Sebagaimana mata, proses mendengar berakhir di pusat pendengaran di otak.
Situasi pada mata juga berlaku pada telinga. Yakni, otak terlindung dari suara sebagaimana ia
terlindung dari cahaya: ia tidak membiarkan suara apa pun memasukinya. Dengan demikian,
betapapun berisiknya suara di luar, bagian dalam otak sepenuhnya sunyi senyap. Namun demikian,
otak dapat menangkap suara dengan sangat jelas. Di otak anda, yang terlindung dari suara, anda
mendengar simponi dari sebuah orkestra, dan anda mendengar semua bunyi di keramaian. Namun
demikian, jika tingkat suara di otak anda diukur dengan peralatan yang akurat pada saat itu, maka
akan diketahui bahwa yang terjadi dalam otak adalah kesunyian.
Sebagaimana pada kasus alat perekam gambar, selama puluhan tahun telah dilakukan usaha
untuk menghasilkan suara sebagaimana dalam bentuk aslinya. Hasil dari usaha tersebut adalah
perekam suara “high fidelity system”, dan sistem untuk merekam suara. Meskipun teknologi ini
telah digali dan ribuan insinyur dan ahli telah bekerja keras, tetapi tidak ada suara yang diperoleh,
yang memiliki ketajaman dan kejelasan seperti suara yang ditangkap oleh telinga. Perhatikanlah HIFI
sistem dengan kualitas sangat tinggi yang dihasilkan oleh perusahaan terbesar dalam industri
musik. Bahkan dalam peralatan ini, ketika suara direkam, sebagian suara ada yang hilang; atau
ketika anda menghidupkan HI-FI, anda selalu mendengar suara yang mendesis sebelum musik
dimulai. Namun, suara-suara yang merupakan produk dari teknologi tubuh manusia sangat tajam dan
jelas. Telinga manusia tidak pernah menangkap suara yang disertai dengan bunyi mendesis
sebagaimana pada HI-FI; telinga menangkap suara seperti apa adanya, tajam dan jelas. Keadaan ini
berlaku semenjak manusia pertama kali diciptakan.
Sejauh ini, tidak ada peralatan visual atau perekam suara yang dihasilkan oleh manusia yang
sangat peka dan berhasil menangkap data indera sebagaimana mata dan telinga.
Namun, sepanjang yang berkaitan dengan penglihatan dan pendengaran, terdapat fakta yang
lebih besar di balik semua itu.
Siapakah yang Memberi Kemampuan
Otak untuk Melihat dan Mendengar?
Siapakah yang memberi kemampuan pada otak sehingga ia dapat melihat gemerlapnya dunia,
mendengar simponi kicau burung, dan mencium bunga mawar?
Rangsang yang datang dari mata, telinga, dan hidung manusia diteruskan ke otak sebagai
impuls syaraf elektro-kimia. Dalam buku-buku biologi, fisiologi, dan biokimia, anda dapat
menemukan penjelasan bagaimanakah gambar tersebut terbentuk di otak. Namun, anda tidak akan
pernah menemukan fakta yang paling penting tentang persoalan ini: Siapakah yang mengatur
terjadinya impuls syaraf elektro-kimia tersebut sebagai gambar, suara, bau, dan penginderaan di
otak? Terdapat suatu kesadaran di otak yang mampu menangkap semuanya tanpa harus memerlukan
mata, telinga, dan hidung. Siapakah yang memberi kemampuan ini? Tidak diragukan lagi bahwa
kemampuan ini tidak dimiliki oleh syaraf, lapisan lemak, dan syaraf-syaraf yang terdapat di otak.
Itulah sebabnya pengikut Darwin dan kaum materialis tidak mempercayai bahwa segala sesuatu
terdiri dari materi, tidak dapat memberikan jawaban apa pun terhadap pertanyaan ini.
Kemampuan ini adalah ruhani yang diciptakan oleh Allah. Ruhani tidak memerlukan mata
untuk melihat gambar, atau telinga untuk mendengar suara. Di samping itu, ia juga tidak
memerlukan otak untuk berpikir.
Setiap orang yang membaca fakta yang jelas dan ilmiah ini harus berfikir tentang Tuhan Yang
Mahakuasa, takut kepada-Nya, dan berlindung kepada-Nya, Dialah Yang menguasai seluruh alam
semesta dan sebuah bidang yang gelap yang luasnya beberapa sentimeter kubik dalam bentuk tiga
dimensi, berwarna, teduh, dan terang benderang.
Keyakinan Kaum Materialis
Informasi yang kami ketengahkan hingga kini menunjukkan kepada kita bahwa teori evolusi
adalah pernyataan yang sangat berbeda dengan temuan ilmiah. Pernyataan yang diberikan oleh teori
tersebut tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan, dan mekanisme evolusioner yang diajukannya tidak
memiliki pengaruh evolusioner, dan fosil-fosil yang ditunjukkan tentang bentuk-bentuk transisi
untuk mendukung teori tersebut tidak pernah ada. Dengan demikian, tentu saja teori evolusi harus
dienyahkan karena ia adalah gagasan yang tidak ilmiah, sebagaimana gagasan yang menyatakan
bahwa alam semesta ini berpusat pada bumi telah dienyahkan dari agenda ilmu pengetahuan di
sepanjang sejarah.
Namun, teori evolusi tetap dimasukkan dalam agenda ilmu pengetahuan. Bahkan sebagian
orang berusaha untuk mengajukan kritik terhadap orang-orang yang membantah teori tersebut
sebagai “serangan terhadap ilmu pengetahuan”. Mengapa?
Alasannya adalah, bahwa teori evolusi merupakan keyakinan dogmatis yang tidak boleh
dibantah bagi beberapa kalangan. Kalangan ini dengan membabi buta mengabdi kepada filsafat
materialis dan menerapkan Darwinisme, karena ia merupakan satu-satunya penjelasan ilmiah yang
dapat dikemukakan tentang bekerjanya alam.
Yang cukup menarik, kadang-kadang mereka juga mengakui fakta ini. Seorang ahli genetik
dan seorang penganut evolusi yang jujur, Richard C. Lewontin dari Universitas Harvard mengakui
bahwa dialah yang “mula-mula dan terutama sebagai seorang materialis, kemudian menjadi seorang
limuwan”:
Bagaimanapun, bukannya metode dan institusi ilmu pengetahuan yang memaksa kita untuk
menerima penjelasan material tentang dunia fenomenal, tetapi sebaliknya, kita dipaksa oleh
kesetiaan kita yang a priori terhadap penyebab material untuk menciptakan peralatan penelitian
dan seperangkat konsep yang menghasilkan penjelasan material, meskipun ia bertentangan dengan
intuisi, dan meskipun ia menyesatkan bagi orang-orang awam. Di samping itu, bahwa materialisme
itu absolut sehingga kami tidak dapat membiarkan Kaki Tuhan memasuki pintu.20
Itulah pernyataan terus terang yang menyatakan bahwa Darwinisme adalah sebuah dogma
yang tetap dipertahankan demi kesetiaannya kepada filsafat materialis. Dogma ini berpendirian
bahwa tidak ada being (yang ada) kecuali materi. Dengan demikian ia berpendapat bahwa pencipta
kehidupan adalah materi tak bernyawa dan tidak memiliki kesadaran. Ia berpendapat bahwa jutaan
spesies hidup yang berbeda-beda; misalnya burung, ikan, jerapah, harimau, serangga, pohon, bunga,
ikan paus, dan manusia itu terwujud sebagai hasil dari interaksi antara materi seperti hujan yang
turun, kilat yang menyambar, dan sebagainya, dari materi tak bernyawa. Pandangan ini bertentangan
dengan akal maupun ilmu pengetahuan. Namun, Darwinisme tetap mempertahankannya hanya agar
“jangan sampai Kaki Tuhan masuk di pintu”.
Siapa pun yang tidak memperhatikan asal-usul makhluk hidup dengan pandangan materialis
akan melihat kebenaran yang nyata ini: Semua makhluk hidup adalah karya dari Sang Pencipta,
Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana, dan Maha Mengetahui. Sang Pencipta ini adalah Allah, Yang
menciptakan seluruh alam semesta dan semua makhluk dari tidak ada, dan merancangnya dalam
bentuk yang sangat sempurna.
“Mereka berkata, “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang
telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi
Maha Bijaksana.”(Q.s. al-Baqarah: 32).
Allah menjelaskan berbagai rahasia kepada manusia melalui al-Qur’an, doa, perintah,
larangan, dan akhlak yang mulia. Semua ini merupakan rahasia yang sangat penting, dan orang yang
berpikir dapat menyaksikan rahasia-rahasia ini dalam hidupnya. Tidak ada sumber lain kecuali al-
Qur’an yang menjelaskan rahasia ini. al-Qur’an merupakan satu-satunya sumber rahasia sehingga
orang-orang yang sangat cerdas dan sangat pandai sekalipun tidak akan menemukan rahasia ini di
mana pun juga.
Jika sebagian orang dapat memahami sedangkan orang lain tidak dapat memahami pesanpesan
yang tersembunyi dalam al-Qur’an, ini merupakan rahasia lain yang diciptakan Allah. Orangorang
yang tidak memahami rahasia-rahasia yang diungkapkan dalam al-Qur’an ini hidup dalam
penderitaan dan kesulitan. Anehnya, mereka tidak pernah mengetahui penyebab penderitaannya.
Dalam pada itu, orang-orang yang mengkaji rahasia-rahasia dalam al-Qur’an menjalani hidupnya
dengan mudah dan gembira.
Buku ini membicarakan tentang persoalan-persoalan yang berkaitan dengan ayat-ayat yang
diungkapkan oleh Allah kepada manusia sebagai sebuah rahasia. Manakala orang membaca ayatayat
ini, dan perhatiannya didtumpukan kepada rahasia-rahasia dalam ayat-ayat ini, apa yang harus
ia lakukan adalah berusaha mengetahui tujuan Allah yang tersembunyi dalam setiap peristiwa
kemudian mengkaji segala sesuatunya berdasarkan al-Qur’an. Kemudian, orang pun akan menyadari
dengan kegembiraan tentang rahasia-rahasia ini, bahwa al-Qur’an mengendalikan kehidupannya dan
kehidupan orang lain.
Rabu, 18 Agustus 2010
ISLAM DI INDONESIA
Islam merupakan salah satu agama besar di dunia saat ini. Agama ini lahir dan berkembang di Tanah Arab. Muhammad adalah hamba yang di percayai Allah untuk menerima wahyu Islam yang sempurna ini. Agama ini lahir salah satunya sebagai reaksi atas rendahnya moral manusia pada saat itu. Manusia pada saat itu hidup dalam keadaan moral yang rendah dan kebodohan (jahiliah). Mereka sudah tidak lagi mengindahkan ajaran-ajaran nabi-nabi sebelumnya. Hal itu menyebabkan manusia berada pada titik terendah. Penyembahan berhala, pembunuhan, perzinahan, dan tindakan rendah lainnya merajalela.
Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di Indonesia
Sejarah mencatat bahwa kaum pedagang memegang peranan penting dalam persebaran agama dan kebudayaan Islam. Letak Indonesia yang strategis menyebabkan timbulnya Bandar bandar perdagangan yang turut membantu mempercepat persebaran tersebut. Di samping itu, cara lain yang turut berperan ialah melalui dakwah yang dilakukan para mubaligh.
a. Peranan Kaum Pedagang
Seperti halnya penyebaran agama Hindu-Buddha, kaum pedagang memegang
peranan penting dalam proses penyebaran agama Islam, baik pedagang dari luar Indonesia maupun para pedagang Indonesia. Para pedagang itu datang dan berdagang di pusat-pusat perdagangan di daerah pesisir. Malaka merupakan pusat transit para pedagang. Di samping itu, bandar-bandar di sekitar Malaka seperti Perlak dan Samudra Pasai juga didatangi para pedagang.
Mereka tinggal di tempat-tempat tersebut dalam waktu yang lama, untuk menunggu datangnya angin musim. Pada saat menunggu inilah, terjadi pembauran antarpedagang dari berbagai bangsa serta antara pedagang dan penduduk setempat. Terjadilah kegiatan saling memperkenalkan adat-istiadat, budaya bahkan agama. Bukan hanya melakukan perdagangan, bahkan juga terjadi asimilasi melalui perkawinan.
Di antara para pedagang tersebut, terdapat pedagang Arab, Persia, dan Gujarat yang umumnya beragama Islam. Mereka mengenalkan agama dan budaya Islam kepada para pedagang lain maupun kepada penduduk setempat. Maka, mulailah ada penduduk Indonesia yang memeluk agama Islam. Lama-kelamaan penganut agama Islam makin banyak. Bahkan kemudian berkembang perkampungan para pedagang Islam di daerah pesisir.
Penduduk setempat yang telah memeluk agama Islam kemudian menyebarkan Islam kepada sesama pedagang, juga kepada sanak familinya. Akhirnya, Islam mulai berkembang di masyarakat Indonesia. Di samping itu para pedagang dan pelayar tersebut juga ada yang menikah dengan penduduk setempat sehingga lahirlah keluarga dan anak-anak yang Islam.
Hal ini berlangsung terus selama bertahun-tahun sehingga akhirnya muncul sebuah komunitas Islam, yang setelah kuat akhirnya membentuk sebuah pemerintahaan Islam. Dari situlah lahir kesultanan-kesultanan Islam di Nusantara.
b. Peranan Bandar-Bandar di Indonesia
Bandar merupakan tempat berlabuh kapal-kapal atau persinggahan kapal-kapal dagang. Bandar juga merupakan pusat perdagangan, bahkan juga digunakan sebagai tempat tinggal para pengusaha perkapalan. Sebagai negara kepulauan yang terletak pada jalur perdagangan internasional, Indonesia memiliki banyak bandar. Bandar-bandar ini memiliki peranan dan arti yang penting dalam proses masuknya Islam ke Indonesia.
Di bandar-bandar inilah para pedagang beragama Islam memperkenalkan Islam kepada para pedagang lain ataupun kepada penduduk setempat. Dengan demikian, bandar menjadi pintu masuk dan pusat penyebaran agama Islam ke Indonesia. Kalau kita lihat letak geografis kota-kota pusat kerajaan yang bercorak Islam pada umunya terletak di pesisir-pesisir dan muara sungai.
Dalam perkembangannya, bandar-bandar tersebut umumnya tumbuh menjadi kota bahkan ada yang menjadi kerajaan, seperti Perlak, Samudra Pasai, Palembang, Banten, Sunda Kelapa, Cirebon, Demak, Jepara, Tuban, Gresik, Banjarmasin, Gowa, Ternate, dan Tidore. Banyak pemimpin bandar yang memeluk agama Islam. Akibatnya, rakyatnya pun kemudian banyak memeluk agama Islam.
Peranan bandar-bandar sebagai pusat perdagangan dapat kita lihat jejaknya. Para pedagang di dalam kota mempunyai perkampungan sendiri-sendiri yang penempatannya ditentukan atas persetujuan dari penguasa kota tersebut, misalnya di Aceh, terdapat perkampungan orang Portugis, Benggalu Cina, Gujarat, Arab, dan Pegu.
Begitu juga di Banten dan kota-kota pasar kerajaan lainnya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kota-kota pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam memiliki ciri-ciri yang hampir sama antara lain letaknya di pesisir, ada pasar, ada masjid, ada perkampungan, dan ada tempat para penguasa (sultan).
c. Peranan Para Wali dan Ulama
Salah satu cara penyebaran agama Islam ialah dengan cara mendakwah. Di samping sebagai pedagang, para pedagang Islam juga berperan sebagai mubaligh. Ada juga para mubaligh yang datang bersama pedagang dengan misi agamanya. Penyebaran Islam melalui dakwah ini berjalan dengan cara para ulama mendatangi masyarakat objek dakwah, dengan menggunakan pendekatan sosial budaya. Pola ini memakai bentuk akulturasi, yaitu menggunakan jenis budaya setempat yang dialiri dengan ajaran Islam di dalamnya. Di samping itu, para ulama ini juga mendirikan pesantren-pesantren sebagai sarana pendidikan Islam.
Di Pulau Jawa, penyebaran agama Islam dilakukan oleh Walisongo (9 wali). Wali ialah orang yang sudah mencapai tingkatan tertentu dalam mendekatkan diri kepada Allah. Para wali ini dekat dengan kalangan istana. Merekalah orang yang memberikan pengesahan atas sah tidaknya seseorang naik tahta. Mereka juga adalah penasihat sultan.
Karena dekat dengan kalangan istana, mereka kemudian diberi gelar sunan atau susuhunan (yang dijunjung tinggi). Kesembilan wali tersebut adalah seperti berikut.
(1) Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim). Inilah wali yang pertama datang ke Jawa pada abad ke-13 dan menyiarkan Islam di sekitar Gresik. Dimakamkan di Gresik, Jawa Timur.
(2) Sunan Ampel (Raden Rahmat). Menyiarkan Islam di Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Beliau merupakan perancang pembangunan Masjid Demak.
(3) Sunan Derajad (Syarifudin). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan agama di sekitar Surabaya. Seorang sunan yang sangat berjiwa sosial.
(4) Sunan Bonang (Makdum Ibrahim). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan Islam di Tuban, Lasem, dan Rembang. Sunan yang sangat bijaksana.
(5) Sunan Kalijaga (Raden Mas Said/Jaka Said). Murid Sunan Bonang. Menyiarkan Islam di Jawa Tengah. Seorang pemimpin, pujangga, dan filosof. Menyiarkan agama dengan cara menyesuaikan dengan lingkungan setempat.
(6) Sunan Giri (Raden Paku). Menyiarkan Islam di luar Jawa, yaitu Madura, Bawean, Nusa Tenggara, dan Maluku. Menyiarkan agama dengan metode bermain.
(7) Sunan Kudus (Jafar Sodiq). Menyiarkan Islam di Kudus, Jawa Tengah. Seorang ahli seni bangunan. Hasilnya ialah Masjid dan Menara Kudus.
(8) Sunan Muria (Raden Umar Said). Menyiarkan Islam di lereng Gunung Muria, terletak antara Jepara dan Kudus, Jawa Tengah. Sangat dekat dengan rakyat jelata.
(9) Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Menyiarkan Islam di Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon. Seorang pemimpin berjiwa besar.
3. Kapan dan dari mana Islam Masuk Indonesia
Sejarah mencatat bahwa sejak awal Masehi, pedagang-pedagang dari India dan Cina sudah memiliki hubungan dagang dengan penduduk Indonesia. Namun demikian, kapan tepatnya Islam hadir di Nusantara?
Masuknya Islam ke Indonesia menimbulkan berbagai teori. Meski terdapat beberapa pendapat mengenai kedatangan agama Islam di Indonesia, banyak ahli sejarah cenderung percaya bahwa masuknya Islam ke Indonesia pada abad ke-7 berdasarkan Berita Cina zaman Dinasti Tang. Berita itu mencatat bahwa pada abad ke-7, terdapat permukiman pedagang muslim dari Arab di Desa Baros, daerah pantai barat Sumatra Utara.
Abad ke-13 Masehi lebih menunjuk pada perkembangan Islam bersamaan dengan tumbuhnya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Pendapat ini berdasarkan catatan perjalanan Marco Polo yang menerangkan bahwa ia pernah singgah di Perlak pada tahun 1292 dan berjumpa dengan orang-orang yang telah menganut agama Islam.
Bukti yang turut memperkuat pendapat ini ialah ditemukannya nisan makam Raja Samudra Pasai, Sultan Malik al-Saleh yang berangka tahun 1297.
Jika diurutkan dari barat ke timur, Islam pertama kali masuk di Perlak, bagian utara Sumatra. Hal ini menyangkut strategisnya letak Perlak, yaitu di daerah Selat Malaka, jalur laut perdagangan internasional dari barat ke timur. Berikutnya ialah Kerajaan Samudra Pasai.
Di Jawa, Islam masuk melalui pesisir utara Pulau Jawa ditandai dengan ditemukannya makam Fatimah binti Maimun bin Hibatullah yang wafat pada tahun 475 Hijriah atau 1082 Masehi di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik. Dilihat dari namanya, diperkirakan Fatimah adalah keturunan Hibatullah, salah satu dinasti di Persia. Di samping itu, di Gresik juga ditemukan makam Malik Ibrahim dari Kasyan (satu tempat di Persia) yang meninggal pada tahun 822 H atau 1419 M. Agak ke pedalaman, di Mojokerto juga ditemukan ratusan kubur Islam kuno. Makam tertua berangka tahun 1374 M. Diperkirakan makam-makam ini ialah makam keluarga istana Majapahit.
Di Kalimantan, Islam masuk melalui Pontianak yang disiarkan oleh bangsawan Arab bernama Sultan Syarif Abdurrahman pada abad ke-18. Di hulu Sungai Pawan, di Ketapang, Kalimantan Barat ditemukan pemakaman Islam kuno. Angka tahun yang tertua pada makam-makam tersebut adalah tahun 1340 Saka (1418 M). Jadi, Islam telah ada sebelum abad ke-15 dan diperkirakan berasal dari Majapahit karena bentuk makam bergaya Majapahit dan berangka tahun Jawa kuno. Di Kalimantan Timur, Islam masuk melalui Kerajaan Kutai yang dibawa oleh dua orang penyiar agama dari Minangkabau yang bernama Tuan Haji Bandang dan Tuan Haji Tunggangparangan. Di Kalimantan Selatan, Islam masuk melalui Kerajaan Banjar yang disiarkan oleh Dayyan, seorang khatib (ahli khotbah) dari Demak. Di Kalimantan Tengah, bukti kedatangan Islam ditemukan pada masjid Ki Gede di Kotawaringin yang bertuliskan angka tahun 1434 M.
Di Sulawesi, Islam masuk melalui raja dan masyarakat Gowa-Tallo. Hal masuknya Islam ke Sulawesi ini tercatat pada Lontara Bilang. Menurut catatan tersebut, raja pertama yang memeluk Islam ialah Kanjeng Matoaya, raja keempat dari Tallo yang memeluk Islam pada tahun 1603. Adapun penyiar agama Islam di daerah ini berasal antara lain dari Demak, Tuban, Gresik, Minangkabau, bahkan dari Campa. Di Maluku, Islam masuk melalui bagian utara, yakni Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Diperkirakan Islam di daerah ini disiarkan oleh keempat ulama dari Irak, yaitu Syekh Amin, Syekh Mansyur, Syekh Umar, dan Syekh Yakub pada abad ke-8.
Kerajaan Samudera Pasai
Tadinya bernama Perlak, sebelum pernikahan Sultan Malikul Saleh dengan seorang putri pasai.
Peranan Samudera pasai:
Merupakan kerajaan Islam tertua di Indonesia b. Pusat pelayaran dan perdagangan strategis krn terletak di tepi selat Malaka
Raja-raja Samudera Pasai:
a. Sultan Malikul Saleh b. Malikul Tahir[anak Malikul Saleh]
Pernah berusaha ditundukkan Majapahit tapi gagal. Sebab kemunduran: perkembangan kerajaan Malaka sehingga pusat pelayaran perdagangan beralih ke Malaka
Kerajaan Malaka
Peranan:
pusat perdagangan b. pusat penyebaran pengetahuan dan agama Islam
Raja-raja: Prameswara –> pendiri (paramisara) | Megat Iskandar Syah –> Sultan I | Sultan Mansyur Syah –> terbesar -Laksamana Hang Tuah berhasil menguasai seluruh gerak perdagangan dan pelayaran Selat Malaka dan Selat Karimata
Sebab keruntuhan: Dikuasai Portugis[1511]
Kerajaan Aceh
Faktor pendorong perkembangan Aceh:
letak yang strategis di selat Malaka b. Aceh merupakan penghasil lada c. Wilayah Aceh merupakan wilayah yang cerah untuk perdagangan
Peranan Aceh:
pusat perdagangan dan pusat pelayaran b. pusat penyebaran agama Hindu
Raja Aceh a. Sultan Ibrahim b. Sultan Iskandar Muda c. Sultan Iskandar Thani Karya sastra: Bustanu’ssalatin[kitab raja-raja] –> dikarang oleh: Nuruddin ar Raniri Politik luar negeri: bebas[mau berteman dgn siapa saja] asal tidak membahayakan kedaulatan Aceh. Politik dalam negeri:
Sebab kemunduran Aceh: a. Tidak ada regenerasi pimpinan
b. Perebutan kekuasaan diantara Tengku dan Teuku
c. Banyak wilayah yang melepaskan diri
Kerajaan Demak
Terletak di Jateng Bagian Barat
Raja-raja Demak:
1. Raden Patah[putra raja Majapahit Brawijaya][pendiri] 2. Pati Unus 3. Sultan Trenggono[masa kejayaan]
Merupakan daerah tempat berkumpulnya para wali sehingga wilayah ini merupakan pusat agama Islam.
Peninggalan Islam:
a. Mesjid Agung Demak b. Makam Panjang c. Makam Sunan Kalijaga d. Makam Ratu Kalinyamat Ki Ageng Sela | Ki Penjawi + Ki Gede Pamanahan + Ki Juru Mertani | | | Adipati Pati Sutawijaya——[wil digabung] [anak angkat S. Hadiwijaya(raja pajang]
Sultan Trenggono wafat, wilayah beralih ke Pajang.
Raja yang berkuasa: Sultan Hadi Wijaya (Joko Tingkir/ Mas Karebet)
Sesudah Hadiwijaya mangkat kerajaan pindah ke Mataram
Kerajaan Mataram
Terletak di Jawa Tengah Selatan (Yogyakarta dan Selo)
Terdiri atas 4 bagian:
a. Kutanegara b. Negara Agung c. Pesisir d. Mancanegara
Raja-raja Mataram:
a. Sutawijaya /Mas Ngabehi Loring Pasar/ Senopati Ing Ngalaga Khalifatullah Dayidin Panatagama. b. Mas Jolang (lemah) [S. Hanyakrawati] c. Mas Rangsang[Sultan Agung Hanyakrasuma]->kuat, menentang Belanda. Menyerang Jayakarta 3 kali tapi gagal semua. d. S. Amangkurat [memihak Belanda] e. Amangkurat II [memihak Belanda] f. Amangkurat III [memihak Belanda] Terjadi perselisihan Amangkurat III dengan P. Mangkubumi,
Mereka mengadakan perjanjian “Giyanti”: a. Amangkurat III menguasai Surakarta b. P. Mangkubumi menguasai Yogyakarta 1757 Perjanjian Salatiga: a. Surakarta dibagi2, yang satu milik Amangkurat, bergelar Sunan Paku Buana; yang satu lagi milik P. Sambernyawa, bergelar Mangkunegara b.Yogyakarta dibagi2 yang satu milik S. Hamengkubuono, yang satu milik Pakualam
Faktor penyebab kegagalan Sultan Agung:
1. Kesalahan strategi [tiba pada saat musim hujan] 2. Penyakit sampar 3. Lumbung padi di Magelang, Kerawang, Pemalang dibakar 4. Pengkhianatan 5. Kalah persenjataan
Peninggalan Kerajaan Mataram: a. Keraton Yogyakarta dan Surakarta b. Pura Mangkunegara&Pura Pakualam c. Peninggalan yang berupa sastra: Serat Wulung Reh[karya Ranggawarsita] d. Peninggalan yang berupa benda pusaka: Senjata, kereta, manusia pendek, binatang, alun-alun, beringin, manusia bajang, manusia berkulit putih e. Mangkunegara ke IV menulis Serat Centini f. Sastra Gending-oleh Sultan Agung
Cirebon dan Banten
Pendiri Cirebon dan Banten: Fatahillah/ Faletehan/ Sunan Gunungjati. Setelah mendirikan Cirebon, Fatahillah mengusir Portugis dan Banten. Setelah mengusir mereka, Fatahillah kembali ke Cirebon, kekuasaan diserahkan ke anaknya Sultan Hassanuddin Raja Banten yang kedua adalah Syeh Maulana Yusuf. Ia merebut ibukota kerajaan Hindu Pajajaran di Pakuan Masa kejayaan: Sultan Ageng Tirtayasa Komoditi barang utama: Lada, termasuk rempah-rempah
Keistimewaan Banten:
a. Letak strategis, di tepi Selat Sunda b. Termasuk basis Islam yang kuat. c. Wilayahnya: Sunda Kelapa, Banten, Cirebon d. Pada masa Hassanuddin wilayah: Lampung, Bengkulu, Palembang e. Terjadi pertentangan antara S. Ageng Tirtayasa dgn S. Haji, karena S. Ageng menentang Belanda, sedangkan S. Haji berhasil dibujuk oleh VOC.
Ia menandatangani Perjanjian Banten Perjanjian Banten: 1. VOC monopoli lada di Banten 2. S. haji menjadi raja, 1/3 wilayah milik Belanda Ada 3 keraton Cirebon: Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan
Kerajaan Banjarmasin
Didirikan Pangeran Samudera, gelarnya Sultan Suryanullah Pusat kerajaan: Kota Banjarmasin. Selama Perang Makassar, pedagang Melayu mengungsi ke Banjarmasin, hingga hubungan Banjarmasin-Mataram kuat karena ada unsur menentang Belanda.
Kerajaan Gowa-Tallo
Kerajaan Sulawesi Selatan: Gowa-Tallo, Wajo, Sopeng, Bone Ada persaingan antara Gowa dengan Bone Kerajaan Bone membentuk aliansi Tellumpocco dengan Wajo dan Sopeng, Gowa-Tallo menang Bandar utama: Somba Opu Raja Gowa: Daeng Manrabbia[Sultan Alaudin]-raja pertama yang Islam.
Ia menyebarkan Islam di seluruh wilyahnya Masa kejayaan: Sultan Hassanuddin
Kerajaan Ternate dan Tidore
Maluku Utara, 4 kerajaan: Jailolo[halmahera], Ternate, Tidore, Bacan Agama Islam disebarkan Sunan Giri dari Gresik Banyak kaum muslimin yang berguru pada Sunan Giri di Gresik, hingga hubungan perdagangan antara Maluku dan pedagang Jatim ramai
Raja Ternate yg pertama memeluk Islam: Zainal Abidin Maluku akhirnya terbagi menjadi 2 wilayah pengaruh: a. Uli Lima : di bawah Kerajaan Ternate b. Uli Siwa : di bawah Kerajaan Tidore
sejarah adalah acuan kita dalam berjalan saat ni, dan referensi kita untuk hari esok.
banyaknya angka kriminalitas dalam dunia pendidikan adalah cerminan bagi orang yang tidak mau mempelajari sejarah dakwah Islam masa lampau
Islam harus kaffah, itu kunci
bikin rumahmu, desamu, bernuansa Islami,
gemakan suara pengajian dalam ruma-rumah kita setiap sore.
Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di Indonesia
Sejarah mencatat bahwa kaum pedagang memegang peranan penting dalam persebaran agama dan kebudayaan Islam. Letak Indonesia yang strategis menyebabkan timbulnya Bandar bandar perdagangan yang turut membantu mempercepat persebaran tersebut. Di samping itu, cara lain yang turut berperan ialah melalui dakwah yang dilakukan para mubaligh.
a. Peranan Kaum Pedagang
Seperti halnya penyebaran agama Hindu-Buddha, kaum pedagang memegang
peranan penting dalam proses penyebaran agama Islam, baik pedagang dari luar Indonesia maupun para pedagang Indonesia. Para pedagang itu datang dan berdagang di pusat-pusat perdagangan di daerah pesisir. Malaka merupakan pusat transit para pedagang. Di samping itu, bandar-bandar di sekitar Malaka seperti Perlak dan Samudra Pasai juga didatangi para pedagang.
Mereka tinggal di tempat-tempat tersebut dalam waktu yang lama, untuk menunggu datangnya angin musim. Pada saat menunggu inilah, terjadi pembauran antarpedagang dari berbagai bangsa serta antara pedagang dan penduduk setempat. Terjadilah kegiatan saling memperkenalkan adat-istiadat, budaya bahkan agama. Bukan hanya melakukan perdagangan, bahkan juga terjadi asimilasi melalui perkawinan.
Di antara para pedagang tersebut, terdapat pedagang Arab, Persia, dan Gujarat yang umumnya beragama Islam. Mereka mengenalkan agama dan budaya Islam kepada para pedagang lain maupun kepada penduduk setempat. Maka, mulailah ada penduduk Indonesia yang memeluk agama Islam. Lama-kelamaan penganut agama Islam makin banyak. Bahkan kemudian berkembang perkampungan para pedagang Islam di daerah pesisir.
Penduduk setempat yang telah memeluk agama Islam kemudian menyebarkan Islam kepada sesama pedagang, juga kepada sanak familinya. Akhirnya, Islam mulai berkembang di masyarakat Indonesia. Di samping itu para pedagang dan pelayar tersebut juga ada yang menikah dengan penduduk setempat sehingga lahirlah keluarga dan anak-anak yang Islam.
Hal ini berlangsung terus selama bertahun-tahun sehingga akhirnya muncul sebuah komunitas Islam, yang setelah kuat akhirnya membentuk sebuah pemerintahaan Islam. Dari situlah lahir kesultanan-kesultanan Islam di Nusantara.
b. Peranan Bandar-Bandar di Indonesia
Bandar merupakan tempat berlabuh kapal-kapal atau persinggahan kapal-kapal dagang. Bandar juga merupakan pusat perdagangan, bahkan juga digunakan sebagai tempat tinggal para pengusaha perkapalan. Sebagai negara kepulauan yang terletak pada jalur perdagangan internasional, Indonesia memiliki banyak bandar. Bandar-bandar ini memiliki peranan dan arti yang penting dalam proses masuknya Islam ke Indonesia.
Di bandar-bandar inilah para pedagang beragama Islam memperkenalkan Islam kepada para pedagang lain ataupun kepada penduduk setempat. Dengan demikian, bandar menjadi pintu masuk dan pusat penyebaran agama Islam ke Indonesia. Kalau kita lihat letak geografis kota-kota pusat kerajaan yang bercorak Islam pada umunya terletak di pesisir-pesisir dan muara sungai.
Dalam perkembangannya, bandar-bandar tersebut umumnya tumbuh menjadi kota bahkan ada yang menjadi kerajaan, seperti Perlak, Samudra Pasai, Palembang, Banten, Sunda Kelapa, Cirebon, Demak, Jepara, Tuban, Gresik, Banjarmasin, Gowa, Ternate, dan Tidore. Banyak pemimpin bandar yang memeluk agama Islam. Akibatnya, rakyatnya pun kemudian banyak memeluk agama Islam.
Peranan bandar-bandar sebagai pusat perdagangan dapat kita lihat jejaknya. Para pedagang di dalam kota mempunyai perkampungan sendiri-sendiri yang penempatannya ditentukan atas persetujuan dari penguasa kota tersebut, misalnya di Aceh, terdapat perkampungan orang Portugis, Benggalu Cina, Gujarat, Arab, dan Pegu.
Begitu juga di Banten dan kota-kota pasar kerajaan lainnya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kota-kota pada masa pertumbuhan dan perkembangan Islam memiliki ciri-ciri yang hampir sama antara lain letaknya di pesisir, ada pasar, ada masjid, ada perkampungan, dan ada tempat para penguasa (sultan).
c. Peranan Para Wali dan Ulama
Salah satu cara penyebaran agama Islam ialah dengan cara mendakwah. Di samping sebagai pedagang, para pedagang Islam juga berperan sebagai mubaligh. Ada juga para mubaligh yang datang bersama pedagang dengan misi agamanya. Penyebaran Islam melalui dakwah ini berjalan dengan cara para ulama mendatangi masyarakat objek dakwah, dengan menggunakan pendekatan sosial budaya. Pola ini memakai bentuk akulturasi, yaitu menggunakan jenis budaya setempat yang dialiri dengan ajaran Islam di dalamnya. Di samping itu, para ulama ini juga mendirikan pesantren-pesantren sebagai sarana pendidikan Islam.
Di Pulau Jawa, penyebaran agama Islam dilakukan oleh Walisongo (9 wali). Wali ialah orang yang sudah mencapai tingkatan tertentu dalam mendekatkan diri kepada Allah. Para wali ini dekat dengan kalangan istana. Merekalah orang yang memberikan pengesahan atas sah tidaknya seseorang naik tahta. Mereka juga adalah penasihat sultan.
Karena dekat dengan kalangan istana, mereka kemudian diberi gelar sunan atau susuhunan (yang dijunjung tinggi). Kesembilan wali tersebut adalah seperti berikut.
(1) Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim). Inilah wali yang pertama datang ke Jawa pada abad ke-13 dan menyiarkan Islam di sekitar Gresik. Dimakamkan di Gresik, Jawa Timur.
(2) Sunan Ampel (Raden Rahmat). Menyiarkan Islam di Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Beliau merupakan perancang pembangunan Masjid Demak.
(3) Sunan Derajad (Syarifudin). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan agama di sekitar Surabaya. Seorang sunan yang sangat berjiwa sosial.
(4) Sunan Bonang (Makdum Ibrahim). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan Islam di Tuban, Lasem, dan Rembang. Sunan yang sangat bijaksana.
(5) Sunan Kalijaga (Raden Mas Said/Jaka Said). Murid Sunan Bonang. Menyiarkan Islam di Jawa Tengah. Seorang pemimpin, pujangga, dan filosof. Menyiarkan agama dengan cara menyesuaikan dengan lingkungan setempat.
(6) Sunan Giri (Raden Paku). Menyiarkan Islam di luar Jawa, yaitu Madura, Bawean, Nusa Tenggara, dan Maluku. Menyiarkan agama dengan metode bermain.
(7) Sunan Kudus (Jafar Sodiq). Menyiarkan Islam di Kudus, Jawa Tengah. Seorang ahli seni bangunan. Hasilnya ialah Masjid dan Menara Kudus.
(8) Sunan Muria (Raden Umar Said). Menyiarkan Islam di lereng Gunung Muria, terletak antara Jepara dan Kudus, Jawa Tengah. Sangat dekat dengan rakyat jelata.
(9) Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Menyiarkan Islam di Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon. Seorang pemimpin berjiwa besar.
3. Kapan dan dari mana Islam Masuk Indonesia
Sejarah mencatat bahwa sejak awal Masehi, pedagang-pedagang dari India dan Cina sudah memiliki hubungan dagang dengan penduduk Indonesia. Namun demikian, kapan tepatnya Islam hadir di Nusantara?
Masuknya Islam ke Indonesia menimbulkan berbagai teori. Meski terdapat beberapa pendapat mengenai kedatangan agama Islam di Indonesia, banyak ahli sejarah cenderung percaya bahwa masuknya Islam ke Indonesia pada abad ke-7 berdasarkan Berita Cina zaman Dinasti Tang. Berita itu mencatat bahwa pada abad ke-7, terdapat permukiman pedagang muslim dari Arab di Desa Baros, daerah pantai barat Sumatra Utara.
Abad ke-13 Masehi lebih menunjuk pada perkembangan Islam bersamaan dengan tumbuhnya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Pendapat ini berdasarkan catatan perjalanan Marco Polo yang menerangkan bahwa ia pernah singgah di Perlak pada tahun 1292 dan berjumpa dengan orang-orang yang telah menganut agama Islam.
Bukti yang turut memperkuat pendapat ini ialah ditemukannya nisan makam Raja Samudra Pasai, Sultan Malik al-Saleh yang berangka tahun 1297.
Jika diurutkan dari barat ke timur, Islam pertama kali masuk di Perlak, bagian utara Sumatra. Hal ini menyangkut strategisnya letak Perlak, yaitu di daerah Selat Malaka, jalur laut perdagangan internasional dari barat ke timur. Berikutnya ialah Kerajaan Samudra Pasai.
Di Jawa, Islam masuk melalui pesisir utara Pulau Jawa ditandai dengan ditemukannya makam Fatimah binti Maimun bin Hibatullah yang wafat pada tahun 475 Hijriah atau 1082 Masehi di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik. Dilihat dari namanya, diperkirakan Fatimah adalah keturunan Hibatullah, salah satu dinasti di Persia. Di samping itu, di Gresik juga ditemukan makam Malik Ibrahim dari Kasyan (satu tempat di Persia) yang meninggal pada tahun 822 H atau 1419 M. Agak ke pedalaman, di Mojokerto juga ditemukan ratusan kubur Islam kuno. Makam tertua berangka tahun 1374 M. Diperkirakan makam-makam ini ialah makam keluarga istana Majapahit.
Di Kalimantan, Islam masuk melalui Pontianak yang disiarkan oleh bangsawan Arab bernama Sultan Syarif Abdurrahman pada abad ke-18. Di hulu Sungai Pawan, di Ketapang, Kalimantan Barat ditemukan pemakaman Islam kuno. Angka tahun yang tertua pada makam-makam tersebut adalah tahun 1340 Saka (1418 M). Jadi, Islam telah ada sebelum abad ke-15 dan diperkirakan berasal dari Majapahit karena bentuk makam bergaya Majapahit dan berangka tahun Jawa kuno. Di Kalimantan Timur, Islam masuk melalui Kerajaan Kutai yang dibawa oleh dua orang penyiar agama dari Minangkabau yang bernama Tuan Haji Bandang dan Tuan Haji Tunggangparangan. Di Kalimantan Selatan, Islam masuk melalui Kerajaan Banjar yang disiarkan oleh Dayyan, seorang khatib (ahli khotbah) dari Demak. Di Kalimantan Tengah, bukti kedatangan Islam ditemukan pada masjid Ki Gede di Kotawaringin yang bertuliskan angka tahun 1434 M.
Di Sulawesi, Islam masuk melalui raja dan masyarakat Gowa-Tallo. Hal masuknya Islam ke Sulawesi ini tercatat pada Lontara Bilang. Menurut catatan tersebut, raja pertama yang memeluk Islam ialah Kanjeng Matoaya, raja keempat dari Tallo yang memeluk Islam pada tahun 1603. Adapun penyiar agama Islam di daerah ini berasal antara lain dari Demak, Tuban, Gresik, Minangkabau, bahkan dari Campa. Di Maluku, Islam masuk melalui bagian utara, yakni Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo. Diperkirakan Islam di daerah ini disiarkan oleh keempat ulama dari Irak, yaitu Syekh Amin, Syekh Mansyur, Syekh Umar, dan Syekh Yakub pada abad ke-8.
Kerajaan Samudera Pasai
Tadinya bernama Perlak, sebelum pernikahan Sultan Malikul Saleh dengan seorang putri pasai.
Peranan Samudera pasai:
Merupakan kerajaan Islam tertua di Indonesia b. Pusat pelayaran dan perdagangan strategis krn terletak di tepi selat Malaka
Raja-raja Samudera Pasai:
a. Sultan Malikul Saleh b. Malikul Tahir[anak Malikul Saleh]
Pernah berusaha ditundukkan Majapahit tapi gagal. Sebab kemunduran: perkembangan kerajaan Malaka sehingga pusat pelayaran perdagangan beralih ke Malaka
Kerajaan Malaka
Peranan:
pusat perdagangan b. pusat penyebaran pengetahuan dan agama Islam
Raja-raja: Prameswara –> pendiri (paramisara) | Megat Iskandar Syah –> Sultan I | Sultan Mansyur Syah –> terbesar -Laksamana Hang Tuah berhasil menguasai seluruh gerak perdagangan dan pelayaran Selat Malaka dan Selat Karimata
Sebab keruntuhan: Dikuasai Portugis[1511]
Kerajaan Aceh
Faktor pendorong perkembangan Aceh:
letak yang strategis di selat Malaka b. Aceh merupakan penghasil lada c. Wilayah Aceh merupakan wilayah yang cerah untuk perdagangan
Peranan Aceh:
pusat perdagangan dan pusat pelayaran b. pusat penyebaran agama Hindu
Raja Aceh a. Sultan Ibrahim b. Sultan Iskandar Muda c. Sultan Iskandar Thani Karya sastra: Bustanu’ssalatin[kitab raja-raja] –> dikarang oleh: Nuruddin ar Raniri Politik luar negeri: bebas[mau berteman dgn siapa saja] asal tidak membahayakan kedaulatan Aceh. Politik dalam negeri:
Sebab kemunduran Aceh: a. Tidak ada regenerasi pimpinan
b. Perebutan kekuasaan diantara Tengku dan Teuku
c. Banyak wilayah yang melepaskan diri
Kerajaan Demak
Terletak di Jateng Bagian Barat
Raja-raja Demak:
1. Raden Patah[putra raja Majapahit Brawijaya][pendiri] 2. Pati Unus 3. Sultan Trenggono[masa kejayaan]
Merupakan daerah tempat berkumpulnya para wali sehingga wilayah ini merupakan pusat agama Islam.
Peninggalan Islam:
a. Mesjid Agung Demak b. Makam Panjang c. Makam Sunan Kalijaga d. Makam Ratu Kalinyamat Ki Ageng Sela | Ki Penjawi + Ki Gede Pamanahan + Ki Juru Mertani | | | Adipati Pati Sutawijaya——[wil digabung] [anak angkat S. Hadiwijaya(raja pajang]
Sultan Trenggono wafat, wilayah beralih ke Pajang.
Raja yang berkuasa: Sultan Hadi Wijaya (Joko Tingkir/ Mas Karebet)
Sesudah Hadiwijaya mangkat kerajaan pindah ke Mataram
Kerajaan Mataram
Terletak di Jawa Tengah Selatan (Yogyakarta dan Selo)
Terdiri atas 4 bagian:
a. Kutanegara b. Negara Agung c. Pesisir d. Mancanegara
Raja-raja Mataram:
a. Sutawijaya /Mas Ngabehi Loring Pasar/ Senopati Ing Ngalaga Khalifatullah Dayidin Panatagama. b. Mas Jolang (lemah) [S. Hanyakrawati] c. Mas Rangsang[Sultan Agung Hanyakrasuma]->kuat, menentang Belanda. Menyerang Jayakarta 3 kali tapi gagal semua. d. S. Amangkurat [memihak Belanda] e. Amangkurat II [memihak Belanda] f. Amangkurat III [memihak Belanda] Terjadi perselisihan Amangkurat III dengan P. Mangkubumi,
Mereka mengadakan perjanjian “Giyanti”: a. Amangkurat III menguasai Surakarta b. P. Mangkubumi menguasai Yogyakarta 1757 Perjanjian Salatiga: a. Surakarta dibagi2, yang satu milik Amangkurat, bergelar Sunan Paku Buana; yang satu lagi milik P. Sambernyawa, bergelar Mangkunegara b.Yogyakarta dibagi2 yang satu milik S. Hamengkubuono, yang satu milik Pakualam
Faktor penyebab kegagalan Sultan Agung:
1. Kesalahan strategi [tiba pada saat musim hujan] 2. Penyakit sampar 3. Lumbung padi di Magelang, Kerawang, Pemalang dibakar 4. Pengkhianatan 5. Kalah persenjataan
Peninggalan Kerajaan Mataram: a. Keraton Yogyakarta dan Surakarta b. Pura Mangkunegara&Pura Pakualam c. Peninggalan yang berupa sastra: Serat Wulung Reh[karya Ranggawarsita] d. Peninggalan yang berupa benda pusaka: Senjata, kereta, manusia pendek, binatang, alun-alun, beringin, manusia bajang, manusia berkulit putih e. Mangkunegara ke IV menulis Serat Centini f. Sastra Gending-oleh Sultan Agung
Cirebon dan Banten
Pendiri Cirebon dan Banten: Fatahillah/ Faletehan/ Sunan Gunungjati. Setelah mendirikan Cirebon, Fatahillah mengusir Portugis dan Banten. Setelah mengusir mereka, Fatahillah kembali ke Cirebon, kekuasaan diserahkan ke anaknya Sultan Hassanuddin Raja Banten yang kedua adalah Syeh Maulana Yusuf. Ia merebut ibukota kerajaan Hindu Pajajaran di Pakuan Masa kejayaan: Sultan Ageng Tirtayasa Komoditi barang utama: Lada, termasuk rempah-rempah
Keistimewaan Banten:
a. Letak strategis, di tepi Selat Sunda b. Termasuk basis Islam yang kuat. c. Wilayahnya: Sunda Kelapa, Banten, Cirebon d. Pada masa Hassanuddin wilayah: Lampung, Bengkulu, Palembang e. Terjadi pertentangan antara S. Ageng Tirtayasa dgn S. Haji, karena S. Ageng menentang Belanda, sedangkan S. Haji berhasil dibujuk oleh VOC.
Ia menandatangani Perjanjian Banten Perjanjian Banten: 1. VOC monopoli lada di Banten 2. S. haji menjadi raja, 1/3 wilayah milik Belanda Ada 3 keraton Cirebon: Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan
Kerajaan Banjarmasin
Didirikan Pangeran Samudera, gelarnya Sultan Suryanullah Pusat kerajaan: Kota Banjarmasin. Selama Perang Makassar, pedagang Melayu mengungsi ke Banjarmasin, hingga hubungan Banjarmasin-Mataram kuat karena ada unsur menentang Belanda.
Kerajaan Gowa-Tallo
Kerajaan Sulawesi Selatan: Gowa-Tallo, Wajo, Sopeng, Bone Ada persaingan antara Gowa dengan Bone Kerajaan Bone membentuk aliansi Tellumpocco dengan Wajo dan Sopeng, Gowa-Tallo menang Bandar utama: Somba Opu Raja Gowa: Daeng Manrabbia[Sultan Alaudin]-raja pertama yang Islam.
Ia menyebarkan Islam di seluruh wilyahnya Masa kejayaan: Sultan Hassanuddin
Kerajaan Ternate dan Tidore
Maluku Utara, 4 kerajaan: Jailolo[halmahera], Ternate, Tidore, Bacan Agama Islam disebarkan Sunan Giri dari Gresik Banyak kaum muslimin yang berguru pada Sunan Giri di Gresik, hingga hubungan perdagangan antara Maluku dan pedagang Jatim ramai
Raja Ternate yg pertama memeluk Islam: Zainal Abidin Maluku akhirnya terbagi menjadi 2 wilayah pengaruh: a. Uli Lima : di bawah Kerajaan Ternate b. Uli Siwa : di bawah Kerajaan Tidore
sejarah adalah acuan kita dalam berjalan saat ni, dan referensi kita untuk hari esok.
banyaknya angka kriminalitas dalam dunia pendidikan adalah cerminan bagi orang yang tidak mau mempelajari sejarah dakwah Islam masa lampau
Islam harus kaffah, itu kunci
bikin rumahmu, desamu, bernuansa Islami,
gemakan suara pengajian dalam ruma-rumah kita setiap sore.
MKCH
MATAN KEYAKINAN DAN CITA-CITA HIDUP MUHAMMADIYAH
(MKCH)
A. SEJARAH PERUMUSAN
DISAHKAN : Pada Muktamar ke-37 tahun 1968 di Yogyakarta
Kedudukan : sebagai hasil tajdid di bidang Ideologi
Disempurnakan : Sidang Tanwir tahun 1969 di Ponorogo
Pada periode : K.H. Faqih Usman dan K.H. A.R. Fakhrudin
setiap yang hidup pasti memiliki sebuah cita-cita, bahkan kita hidup ini harus memiliki sebuah cita-cita, dengan cita-cita kita hidup, dengan cita-cita pula kita ber ambisi. tetapi cita-cita tanpa sbuah keyakinan adalah sebuah mimpi belaka.
cita-cita di iringi dengan keyakinan akan memberikan kita hiroh (semangat) dalam mengejar cita-cita kita itu.
Muhammadiyah sebagai PERSYARIKATAN memiliki 5 teks cita-cita yang merupakan sebuah impian yang diiringi dengan sebuah keyakinan.
TEKS (MATAN)Muhammadiyah tersebut yaitu:
1. Mewujudkan Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
artinya: Para sekutu Muhammadiyah harus bersih dari penyakit TBC/ Bid'ah, khurofat, Tahayul dll
2. Menjadikan Islam adalah agama rahmatan lil alamin
artinya: Islam adalah agama untuk semua yang ada di dunia ini, di pelajari oleh siapa saja, dan diamalkan untuk siapa saja adalah menjadi cita-cita Muhammadiyah.
3. Dalam amalan Muhammadiyah berdasarkan Al-Qur'an, Hadits
4. Melaksanakan ajaran-ajaran Islam meliputi segala bidang, baik Akhlak, Aqidah, Ibadah, Muamalah
5. BALDATUN THOYIBATUN WARABBUN GHOFUR
Menjadikan Indonesia negara adil makmur penuh dengan ampunan Allah swt
5 MKCH tersebut terbagi menjadi 3 kelompok
kelompok pertama berisi tentang "Ideologi"
kelompok satu ini terdiri dari nomor 1 dan 2
kelompok kedua berisi tentang "Faham agama"
kelompok dua ini terdiri dari nomor 3 dan 4
Kelompok ketiga berisi "fungsi dan misi Muhammadiyah"
Kelompok tiga ini terdiri dari nomor 5
ingat: Fungsi dan misi manusia berbeda dengan Fungsi dan misi Muhammadiyah,
hidup perlu cita-cita, cita-cita perlu keyakinan, mari bersama-sama yakin untuk meraih 5 cita-cita Muhammadiyah tersebut.
(MKCH)
A. SEJARAH PERUMUSAN
DISAHKAN : Pada Muktamar ke-37 tahun 1968 di Yogyakarta
Kedudukan : sebagai hasil tajdid di bidang Ideologi
Disempurnakan : Sidang Tanwir tahun 1969 di Ponorogo
Pada periode : K.H. Faqih Usman dan K.H. A.R. Fakhrudin
setiap yang hidup pasti memiliki sebuah cita-cita, bahkan kita hidup ini harus memiliki sebuah cita-cita, dengan cita-cita kita hidup, dengan cita-cita pula kita ber ambisi. tetapi cita-cita tanpa sbuah keyakinan adalah sebuah mimpi belaka.
cita-cita di iringi dengan keyakinan akan memberikan kita hiroh (semangat) dalam mengejar cita-cita kita itu.
Muhammadiyah sebagai PERSYARIKATAN memiliki 5 teks cita-cita yang merupakan sebuah impian yang diiringi dengan sebuah keyakinan.
TEKS (MATAN)Muhammadiyah tersebut yaitu:
1. Mewujudkan Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
artinya: Para sekutu Muhammadiyah harus bersih dari penyakit TBC/ Bid'ah, khurofat, Tahayul dll
2. Menjadikan Islam adalah agama rahmatan lil alamin
artinya: Islam adalah agama untuk semua yang ada di dunia ini, di pelajari oleh siapa saja, dan diamalkan untuk siapa saja adalah menjadi cita-cita Muhammadiyah.
3. Dalam amalan Muhammadiyah berdasarkan Al-Qur'an, Hadits
4. Melaksanakan ajaran-ajaran Islam meliputi segala bidang, baik Akhlak, Aqidah, Ibadah, Muamalah
5. BALDATUN THOYIBATUN WARABBUN GHOFUR
Menjadikan Indonesia negara adil makmur penuh dengan ampunan Allah swt
5 MKCH tersebut terbagi menjadi 3 kelompok
kelompok pertama berisi tentang "Ideologi"
kelompok satu ini terdiri dari nomor 1 dan 2
kelompok kedua berisi tentang "Faham agama"
kelompok dua ini terdiri dari nomor 3 dan 4
Kelompok ketiga berisi "fungsi dan misi Muhammadiyah"
Kelompok tiga ini terdiri dari nomor 5
ingat: Fungsi dan misi manusia berbeda dengan Fungsi dan misi Muhammadiyah,
hidup perlu cita-cita, cita-cita perlu keyakinan, mari bersama-sama yakin untuk meraih 5 cita-cita Muhammadiyah tersebut.
MUNAKAHAT
Standar Kompetensi:
Memahami hukum islam tentang hukum keluarga
Kompetensi Dasar:
1. Menjelaskan ketentuan hukum perkawinan dalam islam
2. Menjelaskan hikmah perkawinan
3. Menjelaskan ketentuan perkawinan menurut perundang-undangan di Indonesia
Ketentuan Hukum Islam Tentang Pernikahan
Pengertian
Munakahat berarti pernikahan atau perkawinan.
Dalam istilah syari’at nikah berarti melakukan suatu akad atau perjanjian untuk mengikatkan diri antara seorang laik-laki dan seorang perempuan serta menghalalkan hubungan kelamin antara keduanya dengan dasar sukarela dan persetujuan bersama demi terwujudnya keluarga yang bahagia yang diridhai oleh Allah swt
“Saya shalat, tidur, berpuasa, makan dan menikahi wanita. Barang siapa yang tidak suka dengan perbuatan(sunnah)ku maka dia bukanlah dari golonganku”
(H.R. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik r.a)
Hukum Nikah
1. Sunah
Bagi yang ingin menikah, mampu menikah dan mampu pula mengendalikan diri
dari perzinaan (walaupun tidak segera menikah)
2. Wajib
Bagi yang ingin menikah, mampu menikah dan ia khawatir berbuat zina jika tidak
segera menikah
3. Makruh
Bagi yang ingin menikah tetapi belum mampu memberi nafkah terhadap istri dan anaknya
4. Haram
Bagi yang ingin menikah dengan maksud menyakiti wanita yang akan dinikahinya
Tujuan Pernikahan
1. Untuk memperolah rasa cinta dan kasih sayang.
2.
...... وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ....... [الروم/21]
Artinya: “… dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang….”
1. Untuk memperoleh ketenangan hidup
2.
وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا.... [الروم/21]
Arinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya …”
1. Untuk memenuhi kebutuhan seksual (berahi) secara sah dan diridhoi Allah swt
1. Untuk memperoleh keturunan yang sah dalam masyarakat
1. Untuk mewujudkan keluarga bahagia dunia dan akherat
Rukun Nikah
Pengertian Rukun
Rukun adalah ketentuan-ketentuan yang harus terpenuhi agar menjadi sah
1. Ada calon suami.
Syarat seorang suami:
- Seorang laki-laki dewasa
- Beragama islam
- Tidak dipaksa/terpaksa
- Tidak sedang dalam ihram haji arau umrah
- Bukan muhrim calon istrinya
2. Ada calon istri
Syarat sorang istri:
- seorang wanita yang cukup umur
- bukan perempuan musyrik
- tidak dalam ikatan perkawinan dengan laki-laki lain
- bukan mahram calon suaminya
- tidak dalam keadaan ihram haji atau umrah
Rukun Nikah
3. Ada wali nikah. Yaitu wali yang menikahkan mempelai laki-laki dengan mempelai wanita atau mengizinkan penikahannya.
Pembagian wali nikah
3. Ada dua orang saksi
syarat saksi:
- beragama islam
- laki-laki
- baligh dan berakal sehat
- dapat mendengar
- dapat melihat
- dapat berbicara
- adil
- tidak dalam keadaan ihram haji atau umrah
2. Ada akad nikah
yaitu ucapan ijab kabul.
Ijab adalah ucapan wali (dari pihak mempelai wanita) sebagai penyerahan kepada laki-laki
Kabul adalah ucapan mempelai laki-laki sebagai tanda penerimaan.
Muhrim
Pengertian Muhrim
Muhrim secara bahasa berarti diharamkan. Dalam masalah fikih muhrim bermakna wanita yang haram untuk di nikahi
Karena hubungan sepersusuan:
a. Ibu yang menyusui
b. Saudara perempuan sesusuan
Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), Maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Q.s an Nisa: 23)
Memahami hukum islam tentang hukum keluarga
Kompetensi Dasar:
1. Menjelaskan ketentuan hukum perkawinan dalam islam
2. Menjelaskan hikmah perkawinan
3. Menjelaskan ketentuan perkawinan menurut perundang-undangan di Indonesia
Ketentuan Hukum Islam Tentang Pernikahan
Pengertian
Munakahat berarti pernikahan atau perkawinan.
Dalam istilah syari’at nikah berarti melakukan suatu akad atau perjanjian untuk mengikatkan diri antara seorang laik-laki dan seorang perempuan serta menghalalkan hubungan kelamin antara keduanya dengan dasar sukarela dan persetujuan bersama demi terwujudnya keluarga yang bahagia yang diridhai oleh Allah swt
“Saya shalat, tidur, berpuasa, makan dan menikahi wanita. Barang siapa yang tidak suka dengan perbuatan(sunnah)ku maka dia bukanlah dari golonganku”
(H.R. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik r.a)
Hukum Nikah
1. Sunah
Bagi yang ingin menikah, mampu menikah dan mampu pula mengendalikan diri
dari perzinaan (walaupun tidak segera menikah)
2. Wajib
Bagi yang ingin menikah, mampu menikah dan ia khawatir berbuat zina jika tidak
segera menikah
3. Makruh
Bagi yang ingin menikah tetapi belum mampu memberi nafkah terhadap istri dan anaknya
4. Haram
Bagi yang ingin menikah dengan maksud menyakiti wanita yang akan dinikahinya
Tujuan Pernikahan
1. Untuk memperolah rasa cinta dan kasih sayang.
2.
...... وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ....... [الروم/21]
Artinya: “… dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang….”
1. Untuk memperoleh ketenangan hidup
2.
وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا.... [الروم/21]
Arinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya …”
1. Untuk memenuhi kebutuhan seksual (berahi) secara sah dan diridhoi Allah swt
1. Untuk memperoleh keturunan yang sah dalam masyarakat
1. Untuk mewujudkan keluarga bahagia dunia dan akherat
Rukun Nikah
Pengertian Rukun
Rukun adalah ketentuan-ketentuan yang harus terpenuhi agar menjadi sah
1. Ada calon suami.
Syarat seorang suami:
- Seorang laki-laki dewasa
- Beragama islam
- Tidak dipaksa/terpaksa
- Tidak sedang dalam ihram haji arau umrah
- Bukan muhrim calon istrinya
2. Ada calon istri
Syarat sorang istri:
- seorang wanita yang cukup umur
- bukan perempuan musyrik
- tidak dalam ikatan perkawinan dengan laki-laki lain
- bukan mahram calon suaminya
- tidak dalam keadaan ihram haji atau umrah
Rukun Nikah
3. Ada wali nikah. Yaitu wali yang menikahkan mempelai laki-laki dengan mempelai wanita atau mengizinkan penikahannya.
Pembagian wali nikah
3. Ada dua orang saksi
syarat saksi:
- beragama islam
- laki-laki
- baligh dan berakal sehat
- dapat mendengar
- dapat melihat
- dapat berbicara
- adil
- tidak dalam keadaan ihram haji atau umrah
2. Ada akad nikah
yaitu ucapan ijab kabul.
Ijab adalah ucapan wali (dari pihak mempelai wanita) sebagai penyerahan kepada laki-laki
Kabul adalah ucapan mempelai laki-laki sebagai tanda penerimaan.
Muhrim
Pengertian Muhrim
Muhrim secara bahasa berarti diharamkan. Dalam masalah fikih muhrim bermakna wanita yang haram untuk di nikahi
Karena hubungan sepersusuan:
a. Ibu yang menyusui
b. Saudara perempuan sesusuan
Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), Maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Q.s an Nisa: 23)
MUNAKAHAT
Standar kompetensi : Memahami hukum Islam tentang hukum keluarga
Kompetensi dasar : menjelaskan ketentuan hukum perkawinan dalam Islam
Lembar Informasi
1.Pengertia : munakahat berarti pernikahan atau perkawinan, kata dasar dari pernikahan adalah nikah
Menurut bahasa indonesia kata nikah berarti berkumpul atau bersatu
Dalam istilah syariat : nikah : Akad/ Perjanjian untuk mengikatkan diri antara seorang laki-laki dan seorang perempuan serta menghalalkan hubungan kelamin antara keduanya dengan dasar suka rela dan pesertujuan bersama dari terwujudnya kekeluargaan yang diridloi Allah (Q.S Ar-rum: 30: 21)
Pengertian nikah menurut Syara’
Akad yang mengandung beberapa rukun dan beberapa syarat
2. Hukum Nikah
Menurut sebagian ulama, hukum nikah pada dasarnya adlah Mubah, Artinya boleh dikerjakan dan boleh ditinggalkan, jika dikerjakan tidak mendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa
Meskipun demikian, ditinjau dari segi kondisi orang yang akan melakukan pernikahan, hukum nikah ada 5
1. Mubah/ jaiz : Hukum asli: tiap orang yang memenuhi syarat nikah halal untuk menikah
2. Sunah : Apabila mereka yang melakukan nikah mempunyai kemampuan untuk menafkahi keluarga dan mengurusi rumah tangga
3. wajib : Bagi mereka yang berkeinginan menikah dan mempunyai kemampuan berumah tangga dan apabila tidak segera menikah dikhawatirkan terlibat zina
4. haram : Bagi orang yang bermaksud jelek dalam pernikahan Misalnya: ingin balas dendam atau menyakiti pasangannya
Makruh : Bagi orang yang yang ingin menikah tetapi belum mampu memberi nafkah terhadap istri dan keluarganya
3. Tujuan Nikah
a. memperoleh kebahagiaan dan ketentraman hidup
Q.s Ar-Rum: 21
Artinya: Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikanya diantara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapattanda-tanda bagi kaum yang berfikir. ( q.s Ar-rum: 21)
b. Memperoleh keturunan yang sah? Q.s Al-isra’: 32
Artinya: Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatuj jalan yang buruk ( Q.s Al-Isra’: 32)
c. untuk melaksanakan sunnah rasul ( q.s Ar-raddu: 32)
d. untuk memenuhi kebutuhan seksual secara sah dan diridloi Allah
e. Untuk mendapat rizki yang barokah ( Q.s An-Nahl: 72)
f. Untuk mewujudkan keluarga bahagia di dunia dan di akherat
4. Rukun Nikah
Ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi agar pernikahan itu sah ada 5 macam
Ada calon suami, syaratnya : Islam, tidak dipaksa, bukan mukhrim, tidak dalam masa iddah
1. Ada calon istri, syaratnya : Islam, Bukan muhrim, tidak sedang ihram, tidak bersuami, tidak dalam masa iddah
2. Adanya wali, syaratnya : Islam, baligh dan berakal, laki-laki, merdeka, tidak sedang ihram
3. Adanya 2 orang saksi : Islam, baligh, berakal sehat, laki-laki, merdeka, tidak sedang ihram
4. Sighat : Ijab dan Qobul
Ijab : ucapan wali/ dari pihak mempelai wanita sebagai penyerahan kepada mempelai laki-laki
Qobul : Ucapan mempelai laki-laki sebagai tanda penerimaan
Disamping itu ada syarat sebelum pernikahan yang harus diberikan dari mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan disebut Mahar
Q.s An-nisa: 4
Artinya : berikanlah mas kawin/ mahar kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan.
Hukum mengadakan walimah/ pesta pernikahan adalah sunnah muakkad. Rasululloh bersabda:
Artinya: adakanlah walimah walaupun hanya dengan memotong seekor kambing
Menghadiri undangan walimah hukumnya wajib, kecuali ada halangan/ sakit. Sabda rasululloh:
Artinya: Orang yang sengaja tidak mengabulkan undanga/ walimah, berarti durhaka kepada Allah dan rasull-NYA.
5. Mukhrim: seseorang yang haram dinikahi
Adapun penyebabnya ada 4
1. sebab keturunan yaitu ibu kandung dan seterusnya
a. anak perempuan kandung dan seterusnya ke bawah ( cucu seterusnya )
b. saudara perempuan/ sekandung, sebapak/ se ibu
c. saudara perempuan dari bapak/ ibu
d. anak perempuan dari saudara laki-laki/ saudara perempuan
2. Sebab sepersusuan: Seorang yang sama menyusu kepada ibu yang sama/ibu yang menyusui/ saudara sesusuan.
3. Sebab pernikahan
a. ibu dari istri/mertua
b. Anak tiri/ apabila ibunya dinikahi
4. mempunyai pertalian muhrim dengan istri seperti haram melakukan poligami
terhadap 2 bersaudara dengan bibinya atau keponakannya.
Wali: termasuk rukun nikah untuk mempelai perempuan, ada 2 macam
1. wali Nasab: wali yang mempunyai pertalian darah dengan mempelai wanita dengan urutan
a. Ayah kandung
b. Kakek/ bapak dari ayah kandung
c. Saudara laki-laki sekandung
d. Saudara laki-laki sebapak
e. Anak laki-laki dan saudara laki-laki se ayah
f. Saudara laki-laki ayah/ paman
g. Hakim
2. Wali Hakim: yaitu kepala negara yang beragama Islam
Di Indonesia wewenang presiden diberikan kepada menteri agama, kemudian menteri agama mendelagasikan kepada KUA kecamatan bertindak sebagai wali hakim.
6. Kewajiban Suami
1. memberi nafkah, sandang, pangan dan tempat tinggal
2. membimbing dan memimpin istri agar menjadi istri yangsholehah.
3. bergaul dengan istri dan anak-anaknya dengan baik
Kompetensi dasar : menjelaskan ketentuan hukum perkawinan dalam Islam
Lembar Informasi
1.Pengertia : munakahat berarti pernikahan atau perkawinan, kata dasar dari pernikahan adalah nikah
Menurut bahasa indonesia kata nikah berarti berkumpul atau bersatu
Dalam istilah syariat : nikah : Akad/ Perjanjian untuk mengikatkan diri antara seorang laki-laki dan seorang perempuan serta menghalalkan hubungan kelamin antara keduanya dengan dasar suka rela dan pesertujuan bersama dari terwujudnya kekeluargaan yang diridloi Allah (Q.S Ar-rum: 30: 21)
Pengertian nikah menurut Syara’
Akad yang mengandung beberapa rukun dan beberapa syarat
2. Hukum Nikah
Menurut sebagian ulama, hukum nikah pada dasarnya adlah Mubah, Artinya boleh dikerjakan dan boleh ditinggalkan, jika dikerjakan tidak mendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa
Meskipun demikian, ditinjau dari segi kondisi orang yang akan melakukan pernikahan, hukum nikah ada 5
1. Mubah/ jaiz : Hukum asli: tiap orang yang memenuhi syarat nikah halal untuk menikah
2. Sunah : Apabila mereka yang melakukan nikah mempunyai kemampuan untuk menafkahi keluarga dan mengurusi rumah tangga
3. wajib : Bagi mereka yang berkeinginan menikah dan mempunyai kemampuan berumah tangga dan apabila tidak segera menikah dikhawatirkan terlibat zina
4. haram : Bagi orang yang bermaksud jelek dalam pernikahan Misalnya: ingin balas dendam atau menyakiti pasangannya
Makruh : Bagi orang yang yang ingin menikah tetapi belum mampu memberi nafkah terhadap istri dan keluarganya
3. Tujuan Nikah
a. memperoleh kebahagiaan dan ketentraman hidup
Q.s Ar-Rum: 21
Artinya: Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikanya diantara kamu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapattanda-tanda bagi kaum yang berfikir. ( q.s Ar-rum: 21)
b. Memperoleh keturunan yang sah? Q.s Al-isra’: 32
Artinya: Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatuj jalan yang buruk ( Q.s Al-Isra’: 32)
c. untuk melaksanakan sunnah rasul ( q.s Ar-raddu: 32)
d. untuk memenuhi kebutuhan seksual secara sah dan diridloi Allah
e. Untuk mendapat rizki yang barokah ( Q.s An-Nahl: 72)
f. Untuk mewujudkan keluarga bahagia di dunia dan di akherat
4. Rukun Nikah
Ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi agar pernikahan itu sah ada 5 macam
Ada calon suami, syaratnya : Islam, tidak dipaksa, bukan mukhrim, tidak dalam masa iddah
1. Ada calon istri, syaratnya : Islam, Bukan muhrim, tidak sedang ihram, tidak bersuami, tidak dalam masa iddah
2. Adanya wali, syaratnya : Islam, baligh dan berakal, laki-laki, merdeka, tidak sedang ihram
3. Adanya 2 orang saksi : Islam, baligh, berakal sehat, laki-laki, merdeka, tidak sedang ihram
4. Sighat : Ijab dan Qobul
Ijab : ucapan wali/ dari pihak mempelai wanita sebagai penyerahan kepada mempelai laki-laki
Qobul : Ucapan mempelai laki-laki sebagai tanda penerimaan
Disamping itu ada syarat sebelum pernikahan yang harus diberikan dari mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan disebut Mahar
Q.s An-nisa: 4
Artinya : berikanlah mas kawin/ mahar kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan.
Hukum mengadakan walimah/ pesta pernikahan adalah sunnah muakkad. Rasululloh bersabda:
Artinya: adakanlah walimah walaupun hanya dengan memotong seekor kambing
Menghadiri undangan walimah hukumnya wajib, kecuali ada halangan/ sakit. Sabda rasululloh:
Artinya: Orang yang sengaja tidak mengabulkan undanga/ walimah, berarti durhaka kepada Allah dan rasull-NYA.
5. Mukhrim: seseorang yang haram dinikahi
Adapun penyebabnya ada 4
1. sebab keturunan yaitu ibu kandung dan seterusnya
a. anak perempuan kandung dan seterusnya ke bawah ( cucu seterusnya )
b. saudara perempuan/ sekandung, sebapak/ se ibu
c. saudara perempuan dari bapak/ ibu
d. anak perempuan dari saudara laki-laki/ saudara perempuan
2. Sebab sepersusuan: Seorang yang sama menyusu kepada ibu yang sama/ibu yang menyusui/ saudara sesusuan.
3. Sebab pernikahan
a. ibu dari istri/mertua
b. Anak tiri/ apabila ibunya dinikahi
4. mempunyai pertalian muhrim dengan istri seperti haram melakukan poligami
terhadap 2 bersaudara dengan bibinya atau keponakannya.
Wali: termasuk rukun nikah untuk mempelai perempuan, ada 2 macam
1. wali Nasab: wali yang mempunyai pertalian darah dengan mempelai wanita dengan urutan
a. Ayah kandung
b. Kakek/ bapak dari ayah kandung
c. Saudara laki-laki sekandung
d. Saudara laki-laki sebapak
e. Anak laki-laki dan saudara laki-laki se ayah
f. Saudara laki-laki ayah/ paman
g. Hakim
2. Wali Hakim: yaitu kepala negara yang beragama Islam
Di Indonesia wewenang presiden diberikan kepada menteri agama, kemudian menteri agama mendelagasikan kepada KUA kecamatan bertindak sebagai wali hakim.
6. Kewajiban Suami
1. memberi nafkah, sandang, pangan dan tempat tinggal
2. membimbing dan memimpin istri agar menjadi istri yangsholehah.
3. bergaul dengan istri dan anak-anaknya dengan baik
saum (Puasa)
Pengertian Puasa
Puasa secara bahasa adalah menahan diri dari sesuatu. Sedangkan secara terminologi, adalah menahan diri pada siang hari dari berbuka dengan disertai niat berpuasa bagi orang yang telah diwajibkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Detailnya, puasa adalah menjaga dari pekerjaan-pekerjaan yang dapat membatalkan puasa seperti makan, minum, dan bersenggama pada sepanjang hari tersebut (sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Puasa diwajibkan atas seorang muslim yang baligh, berakal, bersih dari haidl dan nifas, disertai niat ikhlas semata-mata karena Allah ta'aala.
Adapun rukunnya adalah menahan diri dari makan dan minum, menjaga kemaluannya (tidak bersenggama), menahan untuk tidak berbuka, sejak terbitnya ufuk kemerah-merahan (fajar subuh) di sebelah timur hingga tenggelamnya matahari. Firman Allah swt : "Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar". (Al-Baqarah: 187).
Ibn 'Abdul Bar dalam hadis Rasulullah saw "Sesungguhnya Bilal biasa azan pada malam hari, maka makan dan minumlah kamu sampai terdengarnya azan Ibn Ummi Maktum", menyatakan bahwa benang putih adalah waktu subuh dan sahur hanya dikerjakan sebelum waktu fajar".
"Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian puasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa "(QS Al-Baqarah : 183 )
1. Puasa Ramadhan hukumnya Fardu `Ain
2. Puasa Ramadhan disyari'atkan bertujuan untuk menyempurnakan ketaqwaan
Macam-macam puasa
1. Puasa Fardlu (wajib)
Puasa pada bulan Romadlon
2. Puasa Qadla
Puasa yang wajibdikerjakan disebabkan berbuka dibulan ramadhan karena ada udzur seperti sakit
3. Puasa Nadzar
Puasa yang diwajibkan karena yang bersangkutan memiliki nadzar akan puasa apabila jalannya sesuai dengan harapannya. Firman Allah:
Walyuufuunudluurohum
Yang artinya “Hendaklah mereka itu memenuhi nadzar mereka” Al Hajj(22); 29
4. Puasa Kifarat
puasa yang wajib dilakukan oleh seorang muslim, sebagai denda akibat pelanggaran yang dilakukannya
contoh: 1. Melakukan hubungan seksual disiang hari (denda: Puasa 2 bulan berturut-turut)
2. Melanggar sumpah (denda puasa 3 hari)
3. membunuh orang dengan tidak sengaja (denda puasa 2 bulan berturut-turut)
5. Puasa Sunat
Senin-Kamis, 6 hari di bulan syawal, Puasa daud, dll
selain itu juga terdapat macam puasa seperti:
Puasa MAkruh
Puasa khusus paa hari jum'at, puasa khusus pada hari sabtu, puasa setahun penuh
Puasa Haram
Puasa pada Hari Iedul fitri dan Iedul Adha, puasa pada hari tasrik (11,12,13 zulhijah), puasanya seorang wanita tanpa mendapatkan ijin dari suaminya.
KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN DAN KEUTAMAAN BERAMAL DIDALAMNYA
1. Bulan Ramadhan adalah:
a. Bulan yang penuh Barakah.
b. Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup.
c. Pada bulan ini Setan-Setan dibelenggu.
d. Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam
LAILATUL QADR.
e. Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma'shiyat agar menahan diri.
2. Keutamaan beramal di bulan Ramadhan antara lain :
a. Amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah Ramadhan yang lewat sampai dengan Ramadhan berikutnya.
b. Menjadikan bulan Ramadhan memintakan syafaa't.
c. Khusus bagi yang puasa disediakan pintu khusus yang bernama Rayyaan untuk memasuki Jannah.
RUKUN PUASA
a. Berniat sejak malam hari
b. Menahan makan, minum, koitus (Jima') dengan istri di siang hari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari (Maghrib),
Kaifiyah Puasa
1. Niat sebelum terbit fajar (Shubuh) semata-mata karena Allah.
2. Menahan diri dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa, seperti : makan,
minum, hubungan suami-istri, mulai terbit fajar (Shubuh) sampai
terbenamnya matahari (Maghrib).
3. Makanlah sahur dan akhirkan waktunya
4. Berbuka dan bersegeralah
5. Memperbanyak sodaqoh dan membaca Al qur'an
6. Melakukan shalat Taraweh
7. Beriktikaf di sepuluh hari terakhir
Hal-hal yang membatalkan puasa
1. Makan dan/ atau minum dengan sengaja setelah terbit fajar hingga terbenam
matahari.
2. Melakukan hubungan Suami-Istri dengan sengaja setelah terbit fajar hingga
terbenam matahari.
3. Muntah yang disengaja.
4. Datangnya haid atau nifas.
YANG DIBERI KELONGGARAN UNTUK TIDAK PUASA RAMADHAN
Orang Mu'min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak puasa Ramadhan, tetapi wajib mengqadha di bulan lain, mereka itu ialah :
a). Orang sakit yang masih ada harapan sembuh.
b) Orang yang bepergian ( Musafir ). Musafir yang merasa kuat boleh meneruskan puasa dalam safarnya, tetapi yang merasa lemah dan berat lebih baik berbuka, dan makruh memaksakan diri untuk puasa. Orang Mu'min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak mengerjakan puasa dan tidak wajib mengqadha, tetapi wajib fidyah (memberi makan sehari seorang miskin). Mereka adalah orang yang tidak lagi mampu mengerjakan puasa karena :
a). Umurnya sangat tua dan lemah.
b). Wanita yang menyusui dan khawatir akan kesehatan anaknya.
c). Karena mengandung dan khawatir akan kesehatan dirinya.
d). Sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh.
e). Orang yang sehari-hari kerjanya berat yang tidak mungkin mampu dikerjakan sambil puasa, dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan.
HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA
a. Sengaja makan dan minum di siang hari. Bila terlupa makan dan minum di siang hari, maka tidak membatalkan puasa.
b. Sengaja membikin muntah, bila muntah dengan tidak disengajakan, maka tidak membatalkan puasa.
c. Dengan sengaja menyetubuhi istri di siang hari Ramadhan, ini disamping puasanya batal ia terkena hukum yang berupa : memerdekakan seorang hamba, bila tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut, dan bila tidak mampu, maka memberi makan enam puluh orang miskin.
d. Datang bulan di siang hari Ramadhan ( sebelum waktu masuk Maghrib)
ADAB-ADAB PUASA RAMADHAN
1. Berbuka apabila sudah masuk waktu Maghrib.
Sunnah berbuka adalah sbb :
a. Disegerakan yakni sebelum melaksanakan shalat Maghrib dengan makanan yang ringan seperti rutob (kurma muda), kurma dan air saja, setelah itu baru melaksanakan shalat.
b. Tetapi apabila makan malam sudah dihidangkan, maka terus dimakan, jangan shalat dahulu.
c. Setelah berbuka berdo'a dengan do'a sbb : Artinya : "Telah hilang rasa haus, dan menjadi basah semua urat-urat dan pahala tetap wujud insya Allah."
2. Makan sahur. Adab-adab sahur :
a. Dilambatkan sampai akhir malam mendekati Shubuh.
b. Apabila pada tengah makan atau minum sahur lalu mendengar adzan Shubuh, maka sahur boleh diteruskan sampai selesai, tidak perlu dihentikan di tengah sahur karena sudah masuk waktu Shubuh.
3. Lebih bersifat dermawan (banyak memberi, banyak bershadaqah, banyak menolong) dan banyak membaca al-qur'an
4. Menegakkan shalat malam/shalat Tarawih dengan berjama'ah. Dan shalat Tarawih ini lebih digiatkan lagi pada sepuluh malam terakhir (20 hb. sampai akhir Ramadhan). Cara shalat Tarawih adalah : a. Dengan berjama'ah.
b. Salam tiap dua raka'at dikerjakan empat kali, atau salam tiap empat raka'at dikerjakan dua kali dan ditutup dengan witir tiga raka'at.
c. Dibuka dengan dua raka'at yang ringan.
5. Berusaha menepati lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir, terutama pada malam-malam ganjil. Bila dirasakan menepati lailatul qadar hendaklah lebih giat beribadah dan membaca : Yaa Allah Engkaulah pengampun, suka kepada pengampunan maka ampunilah aku.
6. Mengerjakan i'tikaf pada sepuluh malam terakhir.
7. Menjauhi perkataan dan perbuatan keji dan menjauhi pertengkaran.
Cara i'tikaf:
a. Setelah shalat Shubuh lalu masuk ke tempat i'tikaf di masjid.
b. Tidak keluar dari tempat i'tikaf kecuali ada keperluan yang mendesak.
c. Tidak mencampuri istri dimasa i'tikaf.
Hikmah - Hikmah Berpuasa
Puasa dari Sudut Kesihatan
sebenarnya bagi orang-orang yang tahu nilai dan kebaikan puasa itu memang banyak.
Diantara kebaikan-kebaikan puasa utnutk kesihatan ialah:
1. Puasa memberi Kesegar kepada fisikal dan mental seseorang.
2. Puasa bertindak menghancurkan sisa-sisa racun atau tosik dalam darah manusia.
3. Puasa akan memberi kesegaran pada otot-otot dan akan membuat anda sihat, segar dan bertenaga.
4. Puasa akan memanjangkan umur anda
5. Puasa akan membersihkan diri anda dari dosa
6. Puasa akan membantu menhakiskan keracunan yang berada dalam tubuh badan manusia.
7. Puasa akan memberi keimbangan dalam darah.
8. Bilamana darah kita terlampau asam / asid, bila berpuasa semua asid akan detox an darah akan kembali alkali.
9. Puasa boleh menurunkan darah tinggi
10. Puasa boleh menurunkan berat badan
11. Puasa membersihkan segala kotoran dalam badan
12. Puasa boleh mencerahkan pemandangan mata
Puasa secara bahasa adalah menahan diri dari sesuatu. Sedangkan secara terminologi, adalah menahan diri pada siang hari dari berbuka dengan disertai niat berpuasa bagi orang yang telah diwajibkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Detailnya, puasa adalah menjaga dari pekerjaan-pekerjaan yang dapat membatalkan puasa seperti makan, minum, dan bersenggama pada sepanjang hari tersebut (sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Puasa diwajibkan atas seorang muslim yang baligh, berakal, bersih dari haidl dan nifas, disertai niat ikhlas semata-mata karena Allah ta'aala.
Adapun rukunnya adalah menahan diri dari makan dan minum, menjaga kemaluannya (tidak bersenggama), menahan untuk tidak berbuka, sejak terbitnya ufuk kemerah-merahan (fajar subuh) di sebelah timur hingga tenggelamnya matahari. Firman Allah swt : "Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar". (Al-Baqarah: 187).
Ibn 'Abdul Bar dalam hadis Rasulullah saw "Sesungguhnya Bilal biasa azan pada malam hari, maka makan dan minumlah kamu sampai terdengarnya azan Ibn Ummi Maktum", menyatakan bahwa benang putih adalah waktu subuh dan sahur hanya dikerjakan sebelum waktu fajar".
"Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian puasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa "(QS Al-Baqarah : 183 )
1. Puasa Ramadhan hukumnya Fardu `Ain
2. Puasa Ramadhan disyari'atkan bertujuan untuk menyempurnakan ketaqwaan
Macam-macam puasa
1. Puasa Fardlu (wajib)
Puasa pada bulan Romadlon
2. Puasa Qadla
Puasa yang wajibdikerjakan disebabkan berbuka dibulan ramadhan karena ada udzur seperti sakit
3. Puasa Nadzar
Puasa yang diwajibkan karena yang bersangkutan memiliki nadzar akan puasa apabila jalannya sesuai dengan harapannya. Firman Allah:
Walyuufuunudluurohum
Yang artinya “Hendaklah mereka itu memenuhi nadzar mereka” Al Hajj(22); 29
4. Puasa Kifarat
puasa yang wajib dilakukan oleh seorang muslim, sebagai denda akibat pelanggaran yang dilakukannya
contoh: 1. Melakukan hubungan seksual disiang hari (denda: Puasa 2 bulan berturut-turut)
2. Melanggar sumpah (denda puasa 3 hari)
3. membunuh orang dengan tidak sengaja (denda puasa 2 bulan berturut-turut)
5. Puasa Sunat
Senin-Kamis, 6 hari di bulan syawal, Puasa daud, dll
selain itu juga terdapat macam puasa seperti:
Puasa MAkruh
Puasa khusus paa hari jum'at, puasa khusus pada hari sabtu, puasa setahun penuh
Puasa Haram
Puasa pada Hari Iedul fitri dan Iedul Adha, puasa pada hari tasrik (11,12,13 zulhijah), puasanya seorang wanita tanpa mendapatkan ijin dari suaminya.
KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN DAN KEUTAMAAN BERAMAL DIDALAMNYA
1. Bulan Ramadhan adalah:
a. Bulan yang penuh Barakah.
b. Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup.
c. Pada bulan ini Setan-Setan dibelenggu.
d. Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam
LAILATUL QADR.
e. Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma'shiyat agar menahan diri.
2. Keutamaan beramal di bulan Ramadhan antara lain :
a. Amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah Ramadhan yang lewat sampai dengan Ramadhan berikutnya.
b. Menjadikan bulan Ramadhan memintakan syafaa't.
c. Khusus bagi yang puasa disediakan pintu khusus yang bernama Rayyaan untuk memasuki Jannah.
RUKUN PUASA
a. Berniat sejak malam hari
b. Menahan makan, minum, koitus (Jima') dengan istri di siang hari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari (Maghrib),
Kaifiyah Puasa
1. Niat sebelum terbit fajar (Shubuh) semata-mata karena Allah.
2. Menahan diri dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa, seperti : makan,
minum, hubungan suami-istri, mulai terbit fajar (Shubuh) sampai
terbenamnya matahari (Maghrib).
3. Makanlah sahur dan akhirkan waktunya
4. Berbuka dan bersegeralah
5. Memperbanyak sodaqoh dan membaca Al qur'an
6. Melakukan shalat Taraweh
7. Beriktikaf di sepuluh hari terakhir
Hal-hal yang membatalkan puasa
1. Makan dan/ atau minum dengan sengaja setelah terbit fajar hingga terbenam
matahari.
2. Melakukan hubungan Suami-Istri dengan sengaja setelah terbit fajar hingga
terbenam matahari.
3. Muntah yang disengaja.
4. Datangnya haid atau nifas.
YANG DIBERI KELONGGARAN UNTUK TIDAK PUASA RAMADHAN
Orang Mu'min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak puasa Ramadhan, tetapi wajib mengqadha di bulan lain, mereka itu ialah :
a). Orang sakit yang masih ada harapan sembuh.
b) Orang yang bepergian ( Musafir ). Musafir yang merasa kuat boleh meneruskan puasa dalam safarnya, tetapi yang merasa lemah dan berat lebih baik berbuka, dan makruh memaksakan diri untuk puasa. Orang Mu'min yang diberi kelonggaran diperbolehkan untuk tidak mengerjakan puasa dan tidak wajib mengqadha, tetapi wajib fidyah (memberi makan sehari seorang miskin). Mereka adalah orang yang tidak lagi mampu mengerjakan puasa karena :
a). Umurnya sangat tua dan lemah.
b). Wanita yang menyusui dan khawatir akan kesehatan anaknya.
c). Karena mengandung dan khawatir akan kesehatan dirinya.
d). Sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh.
e). Orang yang sehari-hari kerjanya berat yang tidak mungkin mampu dikerjakan sambil puasa, dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan.
HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA
a. Sengaja makan dan minum di siang hari. Bila terlupa makan dan minum di siang hari, maka tidak membatalkan puasa.
b. Sengaja membikin muntah, bila muntah dengan tidak disengajakan, maka tidak membatalkan puasa.
c. Dengan sengaja menyetubuhi istri di siang hari Ramadhan, ini disamping puasanya batal ia terkena hukum yang berupa : memerdekakan seorang hamba, bila tidak mampu maka puasa dua bulan berturut-turut, dan bila tidak mampu, maka memberi makan enam puluh orang miskin.
d. Datang bulan di siang hari Ramadhan ( sebelum waktu masuk Maghrib)
ADAB-ADAB PUASA RAMADHAN
1. Berbuka apabila sudah masuk waktu Maghrib.
Sunnah berbuka adalah sbb :
a. Disegerakan yakni sebelum melaksanakan shalat Maghrib dengan makanan yang ringan seperti rutob (kurma muda), kurma dan air saja, setelah itu baru melaksanakan shalat.
b. Tetapi apabila makan malam sudah dihidangkan, maka terus dimakan, jangan shalat dahulu.
c. Setelah berbuka berdo'a dengan do'a sbb : Artinya : "Telah hilang rasa haus, dan menjadi basah semua urat-urat dan pahala tetap wujud insya Allah."
2. Makan sahur. Adab-adab sahur :
a. Dilambatkan sampai akhir malam mendekati Shubuh.
b. Apabila pada tengah makan atau minum sahur lalu mendengar adzan Shubuh, maka sahur boleh diteruskan sampai selesai, tidak perlu dihentikan di tengah sahur karena sudah masuk waktu Shubuh.
3. Lebih bersifat dermawan (banyak memberi, banyak bershadaqah, banyak menolong) dan banyak membaca al-qur'an
4. Menegakkan shalat malam/shalat Tarawih dengan berjama'ah. Dan shalat Tarawih ini lebih digiatkan lagi pada sepuluh malam terakhir (20 hb. sampai akhir Ramadhan). Cara shalat Tarawih adalah : a. Dengan berjama'ah.
b. Salam tiap dua raka'at dikerjakan empat kali, atau salam tiap empat raka'at dikerjakan dua kali dan ditutup dengan witir tiga raka'at.
c. Dibuka dengan dua raka'at yang ringan.
5. Berusaha menepati lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir, terutama pada malam-malam ganjil. Bila dirasakan menepati lailatul qadar hendaklah lebih giat beribadah dan membaca : Yaa Allah Engkaulah pengampun, suka kepada pengampunan maka ampunilah aku.
6. Mengerjakan i'tikaf pada sepuluh malam terakhir.
7. Menjauhi perkataan dan perbuatan keji dan menjauhi pertengkaran.
Cara i'tikaf:
a. Setelah shalat Shubuh lalu masuk ke tempat i'tikaf di masjid.
b. Tidak keluar dari tempat i'tikaf kecuali ada keperluan yang mendesak.
c. Tidak mencampuri istri dimasa i'tikaf.
Hikmah - Hikmah Berpuasa
Puasa dari Sudut Kesihatan
sebenarnya bagi orang-orang yang tahu nilai dan kebaikan puasa itu memang banyak.
Diantara kebaikan-kebaikan puasa utnutk kesihatan ialah:
1. Puasa memberi Kesegar kepada fisikal dan mental seseorang.
2. Puasa bertindak menghancurkan sisa-sisa racun atau tosik dalam darah manusia.
3. Puasa akan memberi kesegaran pada otot-otot dan akan membuat anda sihat, segar dan bertenaga.
4. Puasa akan memanjangkan umur anda
5. Puasa akan membersihkan diri anda dari dosa
6. Puasa akan membantu menhakiskan keracunan yang berada dalam tubuh badan manusia.
7. Puasa akan memberi keimbangan dalam darah.
8. Bilamana darah kita terlampau asam / asid, bila berpuasa semua asid akan detox an darah akan kembali alkali.
9. Puasa boleh menurunkan darah tinggi
10. Puasa boleh menurunkan berat badan
11. Puasa membersihkan segala kotoran dalam badan
12. Puasa boleh mencerahkan pemandangan mata
Langganan:
Postingan (Atom)